Rekomendasi

Pasca Penahanan Mantan Bupati Sragen Agus Fatchurrahman Ajukan Penangguhan

Rabu, 19 Juni 2019 : 13.14
Published by Hariankota
SRAGEN - Mantan bupati Sragen, Agus Fatchurrahman, yang saat ini ditahan di Lapas Klas II Sragen, melalui kuasa hukumnya, mengajukan penangguhan penahanan.

Agus menjadi tersangka, karena diduga menerima aliran Kasda saat menjadi wakil bupati di era Bupati Untung Wiyono. Sejumlah tokoh Sragen, bersedia menjadi jaminan atas penangguhan penahanan mantan orang nomor satu di bui Sukowati tersebut.

Surat penangguhan diajukan oleh Amriza Khoirul Fachri, perwakilan dari Kantor Hukum Jas dan Partners selaku kuasa hukum, serta istri Agus Fatchur Rahman, Wahyuning Harjanti.

Keduanya mendatangi Kejari dengan membawa berkas permohonan penangguhan penahanan, dengan lampiran berupa berkas kesediaan menjadi penjamin dari 12 tokoh di Sragen.

Ketika dikonfirmasi hariankota.com Amriza membenarkan jika klienya tersebut mengajukan penangguhan penahanan.

“Kami selaku kuasa hukum bersama isteri dari klien kami Pak Agus Fatchurrahman ke Kejaksaan untuk mengajukan penangguhan penahanan. Permohonan penangguhhan penahanan ini juga melampirkan 12 orang yang sap menjadi penjamin,” katanya, Rabu (19/06/2019).

Menurutnya pengajuan penangguhan itu ditempuh karena merupakan hak dari kliennya mengacu Pasal 60 KUHAP tentang Permohonan Penangguhan Penahanan. Selain itu, lanjutnya, selama ini Agus Fatchurrahman dinilai cukup kooperatif dan selalu memenuhi setiap ada panggilan dari kejaksaan.

“Kami menilai Kejaksaan terlalu berlebihan dengan memaksakan melakukan penahanan di tengah upaya praperadilan yang baru akan disidangkan 28 Juni 2019 mendatang. Selaku kuasa hukum bersama 12 tokoh rela menjaminkan diri agar Kejaksaan mengabulkan permohonan penangguhan penahanan ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kajari Sragen Syarief Sulaiman melalui Kasie Pidana Khusus, Agung Riyadi membenarkan pengajuan penangguhan penahanan oleh kuasa hukum Agus. Ia juga membenarkan ada 12 nama yang siap menjadi penjamin.

“Kita pelajari dan kaji terlebih dahulu. Apakah nanti akan dikabulkan atau tidak, itu menjadi kewenangan dari pimpinan,” ujarnya singkat.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi


Share this Article :

Berita Terbaru

Read More