Rekomendasi

Penutupan Warung Daging Anjing, Tawaran Bupati Karanganyar Tuai Pro dan Kontra Antar Penjual

Kamis, 20 Juni 2019 : 18.37
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Bupati Karanganyar, Juliyatmono, memberikan waktu satu minggu kepada para pedagang kuliner daging anjing untuk menutup usahanya dan mengganti dengan kuliner lainnya.

Minggu depan, kuliner berbahan dasar daging anjing yang dijual para pedagang di sejumlah wilayah Karanganyar, harus ditutup.

Hal tersebut dikatakan bupati, dihadapan 37 pedagang kuliner daging anjing, di ruang anthurium rumah dinas, Kamis (20/06/2019). Menurut bupati, berdasarkan surat edaran dari Dirjen Kesehatan, anjing bukan salah satu hewan ternak yang dikonsumsi untuk makanan pokok.

Disamping itu, jelas bupati, anjing berbahaya bagi kesehatan karena mengandung rabies dan penyakit lainnya.

“Dalam minggu ini kita beri waktu, sehingga minggu berikutnya, tidak ada lagi yang jualan kuliner daging anjing. Berdasarkan surat edaran Dirjen kesehatan, anjing bukan hewan yang dikonsumsi,” jelas bupati.

Bupati menegaskan, Pemkab tidak bermaksud untuk mematikan usaha yang dimiliki warga. Hanya saja, bupati meminta agar para pedagang lebih sukses lagi dengan meninggalkan jualan yang tidak higienis.

Para pedagang, lanjut bupati, juga akan diberi modal sebesar Rp5 juta sebagai modal untuk alih profesi. “Kita komitmen terhadap generasi dan kebersihan, makanya kita alihkan profesinya,” ujar bupati.

Sementara itu, Suwanto (50) salah satu penjual kuliner anjing di kawasan Palur menyatakan, jika memang Pemka Karanganyar melarang, maka harus memiliki landasan hukum yang kuat.

“Larangan ini kan hanya mengacu surat edaran dari Dirjen kesehatan. Itu salah mas. Harusnya ada perda pelarangan seperti daerah lain. Tidak serta merta eksekutif melakukan pelarangan menjual sate anjing.

Harus ada Perdanya. Saya akan koordinasikan dengan teman lainnya untuk mengadu ke DPRD. Untuk sementara, saya tetap berjualan,” kata dia.

Hal berbeda dikatakan Pitut Tri Haryono (54). Pria yang sudah lima tahun menjual masakan dari daging anjing ini, mengaku menerima tawaran dari bupati. “Ikut pemerintah mas. Nanti ganti dagangan. Jual soto atau apalah,” ujarnya.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More