Rekomendasi

PPDB SMP di Karanganyar Kacau, Wali Murid Nekat Menginap di Sekolahan

Kamis, 13 Juni 2019 : 15.42
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Karanganyar, kacau. Sistem zonasi yang diterapkan oleh pemerintah, membuat para orang tua resah dan khawatir putera-puteri mereka tidak diterima di sekolah favorit.

Pasalnya, sistem PPDB ini, proses seleksi dengan sistem zonasi ini, tidak berdasarkan pada nilai ujian sekolah berstandar nasional (USBN), namun berdasarkan jarak antara rumah dengan sekolah.

Informasi yang dihimpun hariankota.com, PPDB sedianya akan dilaksanakan pada hari Kamis (13/06/2019) sampai dengan Selasa (18/06/2019). Namun, karena khawatir tidak diterima di salah satu sekolah, para orang tua ini, harus menginap di sekolah.

Seperti yang terjadi di SMP Negeri 1 Tawangmangu ini. Para orang tua harus menginap di sekolah yang berada di daerah wisata tersebut.

Bahkan ada orang tua calon siswa yang sudah dating sejak hari Rabu (12/06/2019) pukul 16.00 padahal pembukaan PPDB baru dilakukan pada hari Kamis (13/06/2019), dengan sistem off line.

Disisi lain, kedatangan para orang tua ini bermula, karena beredar informasi, siswa yang diterima di SMP Negeri 1 Tawangmangu yang masuk Zona 2 ini adalah pendaftar pertama.

“Saya datang kesini begitu mendengar kalau di sekolah ini sudah banyak orang tua yang datang. Melihat yang datang sudah banyak, saya jadi takut anak saya tidak bisa sekolah di sini," ujar Teguh, salah satu orang tua calo siswa.

Aparat kepolisian Sektor Tawangmangu yang tiba dilokasi mencoba menenangkanorang tua calon siswa ini, namun mereka masih tetap nekad dan bertahan hingga dinihari.

Sementara itu menyusul kekacauan PPDB offline di wilayahnya, Bupati Karanganyar, Juliyatmono akhirnya memutuskan PPDB tingkat SMP diundur pada 1 Juli 2019.

"Saya putuskan diundur tanggal 1 Juli. Sistemnya online tidak seperti itu (offline). Diundur karena, gejalanya kalau offline harus antre seperti itu, kasihan wali murid. Online kan bisa. Tetap zonazinya tapi sistemnya online. Peraturannya juga tidak terlalu saklek waktunya," paparnya.

"Di lain kabupaten juga masih panjang (pembukaan PPDB) tanggal 5 Juli, kita sudah terlalu maju sebetulnya. Maka diundur, Dipersiapkan yang baik. Dulu pakai online dibiayai BOS, kita akan biayai menggunakan APBD," pungkasnya.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Rahayu

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More