Rekomendasi

PSI Desak Pemkot Tangsel Klarifikasi Atas Kasus Rumini

Minggu, 30 Juni 2019 : 16.45
Published by Hariankota
TANGERANG - Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tangsel, Andreas Arie menyayangkan langkah SDN 02 Pondok Pucung yang telah mendapatkan bantuan BOS dan BOSda masih melakukan pungutan-pungutan seperti apa yang diungkap Rumini.

"Pungli seharusnya tidak boleh ada, apalagi jika sekolah sudah mendapatkan dana BOS dan BOSda. Pemkot Tangsel dan Dindikbud seharusnya melakukan klarifikasi terhadap kasus itu, jika benar ditemukan pelanggaran maka seharusnya dilakukan tindakan," jelas Andreas Arie, pada kricomnews.com (hariankota grup), Sabtu (29/6/2019).

Menurut Andreas seharusnya pungli di Tangsel tidak boleh ada. PSI pun mendesak agar kasus yang menimpa Rumini salah satu guru di Sekolah Dasar (SD) 02 Pondok Pucung, Pondok Aren, Tangerang Selatan, yang dipecat setelah mengungkap adannya dugaan pungli di sekolah tersebut untuk segera diungkap.

Seperti diberitakan kricomnews (hariankota grup) Rumini, salah satu guru honorer disekolahan tersebut kini mengalami kehilangan pekerjaannya, alias dipecat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel. Pemecatan itu diketahui usai Rumini berusaha ungkap dugaan pungli.

Seperti diketahui, kisah guru Rukmini (44) yang dipecat akibat akan ungkap pungli di Sekolah Dasar (SD) Negeri 02 Pondok Pucung, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel) semakin hari semakin saja mendapatkan dukungan.

Editor: Gunadi

Share this Article :