Rekomendasi

Sutrisno Penjaga Jalur Silahturahmi di Pintu Perlintasan Kereta Api

Minggu, 02 Juni 2019 : 15.32
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Setiap menjelang perayaan hari raya Idulfitri, hampir seluruh ummat Islam mempersiapkan segala sesuatunya untuk pulang kampung dan merayakan hari kemenangan ini bersama keluarga.

Namun tidak demikian dengan Sutrisno (40), penjaga pintu perlintasan kereta api yang berada di Palur, Kecamatan Jaten ini.

Pria yang sejak 2001 lalu menjadi pegawai di PT Kereta Api Daops VI dan bertugas sebagai penjaga pintu perlintasan kereta api, rela tidak pulang demi menjalankan tugas mengamankan perjalanan kereta api. Sutirno pun harus rela berkumpul bersama keluarga setelah lebaran.

Kepada hariankota.com pria yang berasal dari Wonogiri ini mengaku, hampir setiap lebaran, tidak pulang kampung. Di satu sisi dia sedih tidak bertemu keluarga, namun disisi lain, Sutrisno harus melaksanakan tugas sebagai salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat.

Saat melaksanakan tugas sebagai penjaga pintu perlintasan kereta api, Sutrisno secara bergantian bersama rekan kerjanya.

“Tugas harus dilakukan.Ini bagian dari pelayanan. Jik Bila sudah mendapatkan jadwal untuk masuk, ya saya lakukan. Nanti setellah lebaran, baru bisa bertemu dengan keluarga di Wonogiri,” kata Sutrisno kepada hariankota.com, Minggu (02/06/2019).

Biasanya, menurut Sutrisno, saat ada waktu libur, dia menyempatkan diri untuk pulang ke Wonogiri untuk bertemu keluarga.

“Saat libur beberapa hari lalu, saya sempat pulang untuk bertemu keluarga dan menyampaikan bahwa tidak bisa pulang saat lebaran. Keluarga juga bisa memaklumi apa yang menjadi tugas dan tanggungjawab saya,” ujarnya.

Menurutnya, pintu perlintasan kereta api Palur, merupakan salah satu perlintasan kereta api yang paling padat. Terutama saat menjelang hari raya Idulfitri.

Pada asaat hari biasa, jelas Sutrisno, ada sebanyak 50 kali perjalanan kereta api. Dan menjelang lebaran ini, lebih dari 80 kali. Pasalnya, menurut Sutrisno, PT KAI mengoperasikan 12 perjalanan kereta api tambahan.

“Perlintasan kereta api Palur ini cukup padat mas. Untuk itu, kami selaku petugas harus hati-hati dan selalu mengingatkan kepada pengguna jalan agar tidak menerobos palang pintu perlintasan, karena sangat berbahaya,” ujarnya.

Jurnalis; Iwan Iswanda

Editor; Jumali

Share this Article :