Rekomendasi

Terbaik, Undip Melenggang ke Tingkat Nasional Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia

Jumat, 28 Juni 2019 : 17.58
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Tim peserta Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) Universitas Diponegoro (Undip) berhasil keluar sebagai pemenang setelah mengungguli lawannya dari Universitas Sultan Agung (Unisula) dalam grand final tingkat Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Dua tim Perguruan Tinggi (PT) ini sama - sama berasal dari Kota Semarang.

Dengan kemenangan ini, maka sesuai aturan yang telah disampaikan diawal pembukaan kompetisi yang digelar di kampus Universitas Veteran Bangun Nusantara (UVBN) Sukoharjo, Rabu-Jum'at (26-28/6/2019), maka juara satu (Undip) dan juara dua (Unisula) berhak maju mewakili Jateng di ajang KDMI tingkat nasional di Jakarta pada Juli mendatang.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jateng, Dwi Yuwono Puji (DYP) Sugiharto mengatakan, pelaksanaan KDMI merupakan agenda nasional berlatar akademik dengan tujuan untuk meningkatkan kwalitas lulusan perguruan tinggi baik negeri (PTN) maupun swasta (PTS).

"Proses pendidikan di perguruan tinggi ukuran mutunya adalah lulusan. Sedangkan indikatornya tidak hanya persoalan akademik atau hard skill, tetapi juga persoalan non akademik yang lazim disebut soft skill," terangnya kepada hariankota.com dan awak media lain usai menyerahkan tropy kepada pemenang kompetisi.

Seperti kegiatan kemahasiswaan lainnya, oleh Kemenristekdikti, ajang KDMI disebutkan DYP Sugiharto diharapkan mampu membekali sekaligus menempa mahasiswa agar memiliki kompetensi soft skill yang lebih hebat, dan handal. Sehingga saat terjun di masyarakat sudah tak canggung lagi.

"Melalui kompetisi debat, tentu kemampuan komunikasi, kemampuan membangun nalar, kemampuan menyampaikan ide, sampai kemampuan berkolaborasi, itu dilatih betul dalam kegiatan ini," tandasnya.

Secara kwantitas, diakui penyelanggaraan KDMI pada tahun kedua ini jika merujuk kepada jumlah perguruan tinggi yang ada di Jateng memang belum sesuai yang diharapakan. Masih ada beberapa faktor yang menjadi kendala dalam pelaksanaannya dilapangan.

"Kalau dilihat dari jumlah, ada 257 PTS dan 9 PTN di Jateng, lalu peserta kali ini baru 28. Ini tentu harus ada upaya sosialisasi yang lebih meningkat. Kata kuncinya adalah faktor persiapan yang menjadi kendala para calon peserta untuk mendaftar. Kami akan mengoreksi untuk mengkomunikasikan lebih awal lagi," ucapnya.

Seperti diketahui, dalam kegiatan KDMI ini, dewan juri yang terdiri pakar bahasa dan komunikasi, dalam menentukan pemenangnya menitik beratkan pada penilaian dua kriteria, yakni dari segi prestasi tim dan prestasi individu.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Rahayu

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More