Rekomendasi

Tiket Melambung Tinggi, Penumpang di Bandara Ngurah Rai Merosot

Jumat, 14 Juni 2019 : 21.41
Published by Hariankota
BADUNG - Melambungnya harga tiket pesawat berimplikasi kepada tingkat kunjungan penumpang seperti dirasakan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dalam lima bulan terakhir.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Haruman Sulaksono, memaparkan beberapa faktor penyebab turunnya jumlah penumpang dan pergerakan pesawat dibanding tahun sebelumnya.

Haruman mengakui, terjadinya penurunan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat udara yang terlayani jika dibanding dengan periode penghitungan yang sama di tahun lalu.

Beberapa faktor menjadi penyebab, di antaranya adalah harga tiket pesawat yang dirasakan masih cukup tinggi. Kemudian juga adanya opsi moda transportasi lain yang digunakan oleh masyarakat dari dan menuju Bali pada saat masa libur Lebaran 2019.

"Serta adanya kecenderungan pemakaian kendaraan pribadi oleh para pelancong yang menghabiskan waktu cukup lama di Bali,” papar Haruman saat penutupan. Posko Terpadu Lebaran, Bandara Ngurah Rai, Kuta, Badung, Jumat (14/6/2019).

Selama 16 hari pelaksanaan Posko Terpadu Lebaran di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai tercatat sebanyak 1.098.886 penumpang domestik dan internasional yang datang dan berangkat melalui bandara di Bali.

Selain itu, pihak PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai mencatat 7.101 pergerakan pesawat udara yang keluar masuk Pulau Dewata melalui bandar udara.

Kini setelah beroperasi selama 16 hari dalam mengawal keselamatan dan kelancaran angkutan udara selama periode libur Lebaran 2019, Posko Terpadu Lebaran, Bandar resmi ditutup, Jumat (14/6/2019).

Penutupan dilaksanakan melalui apel yang digelar di area publik Terminal Domestik, dengan dihadiri oleh personel lintas instansi komunitas bandar udara yang turut mengawal operasional Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2019.

Pihak-pihak yang terlibat dari PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola bandar udara, Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, TNI Angkatan Udara Pangkalan Udara I Gusti Ngurah Rai, Kepolisian Sektor Kawasan Udara Ngurah Rai, Badan SAR Nasional (Basarnas), Kantor Kesehatan Pelabuhan, serta Stasiun Meteorologi Kelas I Ngurah Rai.

Dari data terkait statistik lalu lintas udara yang dihimpun selama pelaksanaan posko, tercatat terdapat sejumlah 1.098.886 penumpang dan 7.101 pergerakan pesawat udara yang keluar masuk Pulau Dewata melalui bandar udara.

Jika dilakukan komparasi dengan statistik dalam periode perhitungan yang sama di tahun 2018 terjadi penurunan jumlah penumpang dan jumlah pergerakan pesawat udara, masing-masing sebesar 70.702 penumpang dan 136 pergerakan pesawat udara atau turun 6% dan 2%.

Untuk puncak kepadatan penumpang sebelum Hari Raya Idul Fitri terjadi pada H-4 Lebaran, yaitu pada tanggal 1 Juni 2019, dengan tercatat terdapat total 70.456 penumpang dan 459 pergerakan pesawat yang terlayani.

Sementara H+3 Lebaran atau tanggal 9 Juni menjadi puncak kepadatan pasca Lebaran, dengan jumlah 76.220 penumpang dan 469 pergerakan pesawat udara yang keluar masuk Pulau Bali.

“Terkait _extra flight_, hingga penutupan posko ini, terdapat total realisasi sebanyak 122 penerbangan, dengan pembagian 61 arrival dan 61 departure.

Realisasi _extra flight_ di Posko Lebaran tahun ini mencapai 58% dari total permohonan sebanyak 212 penerbangan. Sementara untuk kota yang mendominasi rute extra flight adalah kota Jogjakarta, Surabaya, Makassar, dan Jakarta,” lanjut Haruman.

Diperoleh informasi, dari total 3.540 kedatangan pesawat (arrival), tercatat 1.802 penerbangan adalah tepat waktu, dengan on-time performance (OTP) sebesar 51%. Sedangkan untuk catatan OTP keberangkatan pesawat (departure) adalah sebesar 68%.

Sedangkan 2.414 penerbangan sudah tepat waktu dari total 3.561 penerbangan. Pihaknya, mewakili manajemen menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada setiap personel dari seluruh instansi yang telah melaksanan tugas dalam pelaksanaan posko.

Para petugas telah berkorban waktu, tenaga, serta pikiran, sehingga operasional posko umumnya, dan seluruh operasional penerbangan pada khususnya, dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar dari awal hingga akhir.

“Kami tidak memandang apakah traffic sedang turun atau naik, kami tetap dan akan selalu memberikan pelayanan terbaik bagi setiap pengguna jasa bandar udara tanpa terkecuali,” demikian Haruman.

Jurnalis: Made Suganda

Editor: Rahayu

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More