Rekomendasi

Tim Penilai Lomba Tani Ternak Tingkat Provinsi: Perhatikan Estetika Kandang

Jumat, 14 Juni 2019 : 18.42
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Tim penilai lomba tani ternak sapi tingkat Jawa Tengah, meminta kepada para peternak sapi untuk memperhatikan estetika kandang serta aspek pemanfaatan ruang dan pengolahan sapi milik kelompok tani ternak Ngudi Rezeki, yang berada di Kampung Begajah, Kelurahan Popongan, Kecamatan Karanganyar kota.

Hal tersebut terungkap saat tim penilai lomba kelomok tani ternak tingkat provinsi jawa Tengah, Jumat (14/06/2019). Dalam lomba ini, kelompok tani ternak Ngudi Rezeki, merupakan wakil Karanganyar dalam lomba ini bersama dua kelompok dari Kabupaten Grobogan dan Jepara.

Ketua tim penilaian, Abdullah, yang juga Kepala Balai Budidaya dan Pembibitan Ternak Terpadu Kelas A Disnakeswan Jawa Tengah, kepada hariankota.com serta awak media lain, mengatakan, tim yang dipimpinnya, melakukan kroscek secara administratif maupun faktual di kandang yang memiliki 101 ekor sapi tersebut.

Menurutnya, berdasarkan hasil evaluasi, tim memberikan masukan kepada kelompok tani ternak Ngudi Rezeki terutama soal aspek pemanfaatan ruang dan pengolahan limbah sapi.

Selain itu, jelasnya, tim juga menganjurkan penggunaan teknologi pembuatan pupuk cair serta menerapkan estetika kandang.

“Dalam tinjauan tadi, kami melihat pengolahan limbah sudah dijadikan pupuk. Namun pupuk padat, dan belum ke pegolahan pupuk cair,” kata Abdullah kepada wartawan usai tinjauan ke kandang, Jumat (14/6/2019).

Tim juga meminta kepada kelompok tani ternak ini, agar lebih memperhatikan aspek estetika kandang.

“Tim masih menemukan sisa pakan bercampur kotoran di bagian belakang kandang. Meski demikian, kelompok ini telah menerapkan prinsip agrobisnis dengan membibitkan ternak bernilai jual tinggi,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Kelompok Ngudi Rezeki, Slamet mengatakan, sejak tahun 2013 lalu, jumlah sapi milik anggota, mengalami penambahan yang cukup signifikan.

Pada tahun 2013, ungkapnya, mereka mendapat hibah 25 ekor dari APBN 2013. Kemudian diberi bantuan APBD 2014 Rp 30 juta untuk membeli tiga ekor. Populasi apda 2017 sebanyak 67 ekor hingga sekarang 101 ekor. Tiap anggota memiliki 3 sampai 5 ekor.

Jurnalis; Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More