Rekomendasi

7 Kecamatan di Sragen Rawan Kekeringan

Rabu, 03 Juli 2019 : 19.42
Published by Hariankota
SRAGEN - Kekeringan mulai mengancam Kabupaten Sragen. Pemkab Sragen, berdasarkan hasil rapat koordinasi menghadapi musim kemarau ini, memetakan 36 desa di 7 kecamatan yang rawan krisis air bersih.

Baca: Rawan Kekeringan, Jateng Keluarkan Status Siaga Kekeringan

Sekda Sragen, Tatag Prabawanto mengatakan potensi ancaman krisis air ada di 7 kecamatan. Masing-masing Kecamatan Sumberlawang, Jenar, Miri, Mondokan, Tangen, dan Sukodono.Sekda meminta kepada seleuruh camat di daerah rawan kekeringan untuk siaga.

“Kita minta ara camat untuk siaga, terutama di kecamatan yang berpotensi terjadi kekeringan dan kekurangan air bersih. Kami juga akan menyiapkan tiga tandon besar di tiga titik yaitu Kecamatan Tanon, Sragen dan Dulang,” kata sekda, Rabu (03/07/2019).

Baca: Gawat! Krisis Air di Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Terus Meningkat

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Sragen, Supardi, kepada awak media mengatakan, berdasarkan pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), prediksi kemarau tahun ini mulai terjadi bulan Juni sampai September.

“Puncak kemarau diperkirakan terjadi bulan Agustus. Menghadapi penanganan kekeringan, PDAM sudah melakukan berbagai persiapan. Seperti melakukan pemetaan wilayah kekeringan dan membentuk posko bersama dengan BPBD, Dinsos dan PMI yang dipusatkan di BPBD,” ujarnya.

Baca: Awas, Enam Daerah di Karanganyar Mulai Dilanda Kekeringan

Sementara itu, memasuki musim kemarau ini, belum berdampak signifikan di Karanganyar. Hal ini terlihat dari kondisi air yang berada di dua waduk, yakni waduk Delingan dan dan waduk Lalung.

Pantauan hariankota.com, air di waduk Delingan, terlihat masih normal. Petugas Operasi Bendungan Delingan, Ganjar Janati mengatakan, air waduk mengalami penyusutan pada bulan Mei-Juni lalu.

Baca: Bertemu Petani Sragen, Presiden Jokowi: 1000 Embung Berdiri Atasi Kekeringan

Meski mengalami penyusutan, jelasnya, elevasi muka air masih dalam status normal. Menurutnya, elevasi normal 232,40 meter. Hingga Rabu (03/07/2019) elevasi mencapai 225,74 meter. “Kondisi air waduk delingan masih normal, meski sempat mengalami penyusutan,” ujarnya.

Dijelaskannya, waduk delingan ini, merupakan saluran irigasi untuk mengairi 1.850 hektar areal persawahan yang berada di Kecamatan Karanganyar kota dan sebagian kecamatan Tasikmadu.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More