Rekomendasi

Akhiri Sengketa, PN Sukoharjo Eksekusi RSIS

Selasa, 30 Juli 2019 : 19.51
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Diwarnai unjuk rasa, eksekusi Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) oleh Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo berjalan dengan lancar tanpa perlawanan dibawah pengamanan petugas dari Polres Sukoharjo, Selasa (30/7/2019).

Dengan telah dieksekusinya rumah sakit yang berada di Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo ini, maka pengelolaannya kembali ke tangan Yayasan Rumah Sakit Islam Surakarta (YARSIS). Bukan lagi ditangan pihak Yayasan Wakaf Rumah Sakit Islam (YWRSIS).

Pantauan hariankota.com, sejumlah karyawan yang ikut hadir terlihat haru usai pembacaan surat keputusan. Penantian mereka selama ini yang sebagian besar dirumahkan tanpa gaji karena permasalahan sengketa pengelolaan berkepanjangan antara YARSIS dengan YWRSIS berakhir sudah.

Panitera PN Sukoharjo, Joko Sutrisno selaku pembaca surat putusan eksekusi menyampaikan, eksekusi dilaksanakan menindaklanjuti putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) nomor 2530 kasasi/perdata/2017 yang mengabulkan sebagian tuntutan YARSIS atas obyek sengketa yakni berupa rumah sakit dan aset didalamnya.

"Yang dimaksud sebagian dalam putusan ini adalah kepemilikan rumah sakit dan juga aset yang berada didalamnya seperti tanah, bangunan, alat medis dan kendaraan operasional rumah sakit.

Seluruh objek yang menjadi sengketa telah dicek dan dikuasai oleh pihak pemohon. Sehingga proses serah terima rumah sakit dari PN Sukoharjo berikut juru sita dianggap sah,” ujarnya.

Dengan telah dilaksanakannya eksekusi, maka secara utuh rumah sakit menjadi milik YARSIS. Sehingga, jika ada pihak yang merasa keberatan dipersilahkan untuk mengajukan gugatan ke PN Sukoharjo.

Sementara, kuasa hukum YARSIS, Agus Nurudin mengatakan, dengan telah adanya eksekusi, maka juga menandai dibukanya kembali RSIS secara utuh. Sejak diterimanya putusan kasasi MA, YARSIS diketahui telah mengajukan izin operasional rumah sakit dengan tipe C.

Hal itu mengingat belum sepenuhnya bisa beroperasi secara maksimal. Semula, sebelum terjadi sengketa pengelolaan, RSIS ini merupakan rumah sakit tipe B.

“Sebanyak 350-an karyawan dan 50 dokter siap bekerja kembali melayani pasien. Soal sengketa dan izin operasional ini sebenarnya selesai sejak muncul putusan kasasi MA. Mulai hari ini kami melayani pasien,” tandasnya.

Jurnalis : Sapto

Editor : Mahardika

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More