Rekomendasi

Atasi Persoalan Sampah, Berdayakan Masyarakat dengan Koperasi Primer Bank Sampah

Kamis, 25 Juli 2019 : 18.04
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Semakin banyaknya volume sampah dan sampai saat ini belum ada solusi yang tepat untuk mengatasinya, membuat keprihatinan semua pihak, termasuk sekelompok warga Karanganyar ini.

Mereka membentuk Primer Koperasi Bank Sampah (PKBS) sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan sampah, terutama sampah organik.

Penggagas berdirinya PKBS, Nur Sanyoto, kepada hariankota.com, Kamis (25/07/2019) mengungkapkan, pendirian PKBS ini berawal dari keprihatinan persoalan sampah yang tidak kunjung selesai, baik di desa, maupun wilayah perkotaan.

Untuk menuntaskan persoalan sampah ini, menurut Nur Sanyoto, dia bersama elemen masyarakat lain, mendirikan PKBS. “Ini soal keprihatinan saja. Kita juga uingin memberikan pembelajaran kepada masyarakat untuk memanfaatjkan sampah dilingkungan masing-masing,” ungkapnya.

Dijelaskannya, sampah organik yang berasal dari masyarakat tersebut, melalui PKBS, akan diolah menjadi puopuk organik dan pakan ternak.

“Ini salah satu solusi yang kita tawarkan untuk mengatasi persoalan sampah, terutama sampah organik. Ada dua keuntungan yang doidapat, sampah teratasi dan juga menghasilkan. Kita juga telah memberikan pelatihan kepada msyarakat. Untuk tahap awal, kita baru mendidik dan memberikan pelatihan warga Desa Ngargoyoso,” jelasnya.

Sementara itu, sekretaris PKBS wilayah Karanganyar, Prihadi Utomo, melalui telepon selularnya, kepada hariankota.com, menyatakan, koperasi ini terbentuk untuk merubah pola pikir masyarakat yang selama ini tidak memanfatkan sampah untuk sesuatu yang bernilai ekonomis.

“Intinya hanya merubah pola pikir mas untuk mengolah sampah. kedepan, koperasi ini menjadi sarana untuk tempat menukar sampah organik dan anorganik menjadi kebutuhan sehari-hari. Seperti pembelian pulsa listrik pembayaran BPJS, serta berbagai kebutuhan lainnya,” kata dia.

Pihaknya juga berharap, agar pemerintah ikut terlibat dalam pengolahan sampah ini. “Kita berharap ada campur tangan pemerintah. Karena kita tidak mungkin bisa berjalan sendiri, karena sampah adalah masalah kita semua,” tandasnya.

Jurnalis; Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :