Rekomendasi

Dihadiri Luhut, Bravo 5 Solo Raya Gelar Tasyakuran Kemenangan Jokowi - Amin

Minggu, 28 Juli 2019 : 17.06
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Seribuan relawan pendukung Paslon Joko Widodo - Ma'ruf Amin yang tergabung di Bravo 5 Solo Raya menggelar tasyakuran kemenangan menghadirkan Ketua Dewan Pembina Bravo 5, Luhut Binsar Panjaitan (LBP), dan Ketua Tim Bravo 5 Fachrul Razi.

Pantauan hariankota.com, tasyakuran yang digelar di gedung pertemuan Graha Setyowati, Gentan, Baki, Sukoharjo, Minggu (28/7/2019), ditandai dengan acara pemotongan tumpeng oleh Ketua Bravo 5 Solo Raya, Istiqomah Hasyim diserahkan kepada Luhut.

"Jadi, ini janji saya kepada Ibu Istiqomah dulu, kalau Solo Raya menang diatas 80 persen, waktu itu saya bilang 70an, tapi mintanya 80an, malah ini dapatnya 86 persen (melampui target). Dan 3 hari lalu saya ditagih," kata Luhut.

Luhut berpesan kepada seluruh relawan Bravo 5, bahwa perbedaan pendapat itu sesuatu yang dibolehkan, tapi tidek perlu dengan bermusuhan. Semua diminta bisa menjaga iklim sejuk dan damai.

"Kita (sudah) dapat presiden yang bisa memberikan contoh ketauladanan. Saya kira ini sesuatu yang bagus, baik keluarganya maupun untuk beliau sendiri, dan kita juga bisa bekerja dengan tenang," katanya.

Menurut Luhut, selama kepemimpinan Jokowi hampir lima tahun terakhir ini, kemajuan pembangunan sangat baik diantaranya, proyek jalan tol yang sekarang sudah bisa dinikmati masyarakat.

"Solo- Semarang, (waktu tempuhnya) sekarang tinggal 45 menit hingga 1 jam naik mobil. Kemudian ketenangan ekonomi, disamping global ekonomi yang kurang baik, ekonomi Indonesia masih tetap bisa tumbuh walaupun sedikit," paparnya.

Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sedikit, namun dikatakan Luhut, itu suatu hal yang sebenarnya banyak diapresiasi oleh dunia. Mereka mengapresiasi cara Indonesia menangani dampak ekonomi global.

"Terpenting adalah, persatuan dan kesatuan harus dijaga, nggak boleh dirusak. Kalau toh ada perbedaan konteknya adalah bagaimana kita bernegara supaya ekonomi kita lebih bagus. Tidak memperbincangkan lagi tentang ideologi Pancasila,".

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More