Rekomendasi

Dukungan Mengalir, Ketua PDM Muhammadiyah Sukoharjo Siap Nyalon Bupati

Sabtu, 27 Juli 2019 : 19.59
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Bursa calon Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo periode 2020 - 2025 makin menghangat dengan munculnya nama Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo, Wiwoho Aji Santosa.

Nama Wiwoho menguat berdasarkan survey dan polling independen yang dilakukan masyarakat melalui media sosial (medsos). Guru sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo ini dinilai layak mengantikan Wardoyo Wijaya sebagai Bupati Sukoharjo periode berikutnya.

"Tentu saya mengapresiasi, apapun yang telah dilakukan oleh masyarakat Sukoharjo. Dalam hal ini, saya mengedepankan husnudzon (prasangka baik-Red). Saya juga tidak tahu siapa yang membuat (survey dan polling) itu," kata Wiwoho saat ditemui hariankota.com disela sebuah acara, Sabtu (27/7/2019).

Wiwoho pun menyambut baik dan menyatakan siap maju jika dukungan itu memang betul - betul dalam wujud riil. Kesiapan ini menurutnya bukan berarti dirinya berambisi mencalonkan diri sebagai bupati.

"Karena, saya maju ini bukan mencalonkan diri, tetapi dicalonkan. Ini harus benar - benar digarisbawahi. Maka.ketika beberapa partai datang, saya undang tetangga, tokoh sekitar rumah, biar tahu bahwa bukan saya yang mencalonkan," terangnya.

Bagi pribadi Wiwoho, makna mencalonkan diri itu ibarat orang cebol ingin menggapai bintang dilangit. Suatu hal yang tak terpikirkan menggingat ketiadaan logistik, yang dalam politik saat ini sedang marak menjadi ukuran.

Sebagai seorang guru, Wiwoho mengaku miris melihat perilaku dan cara berpolitik yang berjalan saat ini. Beberapa kali pemilu baik ditingkat desa sampai dengan pilpres dan pileg, uang telah menjadi panglima

"Penilaian saya ini bisa benar, bisa juga salah. Tapi saya betul - betul miris," ujarnya.

Kalau hal seperti itu tidak diberikan shock therapy untuk menghentikannya, maka menurut Wiwoho anak - anak muda yang berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi akan menjadi apatis terhadap sebuah proses demokrasi karena sudah dikotori perilaku tak jujur.dan politik uang.

"Bagi seorang guru, mendapati anak bodo atau kurang pinter, itu hal biasa. Banyak Strategi mengajar yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Tetapi ketika menghadapi anak apatis, itu sungguh sangat berat," ungkapnya.

Berangkat dari rasa keprihatinan itulah, kemudian Wiwoho menyatakan siap maju menyambut siapapun dan dari partai apapun yang akan mengusung dirinya sebagai calon bupati dengan catatan sejalan sesuai prinsip - prinsip yang akan dikerjakannya.

"Saya sampaikan lebih awal kepada para parpol agar tidak ribut dibelakangya nanti. Siap tidak mengusung saya dengan prinsip saya. Ketika nanti Allah memberikan amanah, saya akan mengunakan kekuasaan itu sebagai sarana perjuangan," pungkasnya.

Jurnalis : Sapto

Editor : Mahardika

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More