Rekomendasi

FPKS Kembali Soroti Kinerja Pemkab Karanganyar, Hingga Pertengahan Tahun, Serapan Anggaran Rendah

Senin, 22 Juli 2019 : 18.08
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Fraksi Partai Keadilan sejahtera (FPKS) menyoroti kinerja Pemkab Karanganyar yang tidak profesional dalam menjalankan tugasnya. Hal ini terlihat dari rendahnya serapan anggaran tahun anggaran 2019.

Hingga pertengahan tahun anggaran, pembangunan infrastruktur di Karanganyar dituding belum terlaksana secara signifikan sebagaimana yag telah dianggarkan dan ditetapkan dalam APBD tahun 2019.

Hal tersebut ditegaskan ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Sri Hartono, usai rapat paripurna pengantar nota keuangan rancangan perubahan APBD tahun 2019, Senin (22/07/2019).

Menurut Sri Hartono, salah satu yang paling mencolok adalah rencana pembangunan Masjid Agung yang telah dianggarakan sebesar Rp101 miliar. Sampai saat ini, jelas Sri Hartono, belum juga terlaksana.

“Kita mencatat, hingga pertengahn tahun anggaran ini, sejumlah pembangunan infrastruktur belum berjalan. Salah satunya adalah rencana pembangunan Masjid Agung. Kondisi ini selalu berulang dan terjadi setiap tahun. Bahkan tahun ini lebih parah. Ini ada apa,” tegas Sri Hartono.

Selain menyoroti pembangunan infrastruktur yang belum maksimal, FPKS juga menyoroti masih tingginya sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) yang mencapai Rp221 miliar lebih,serta karut marutnya penerimaan peserta didik baru (PPDB) khususnya tingkat SMP.

“Dengan tingginya Silpa ini, menunjukkan bahwa kinerja Pemkab tidak profesional,” tandasnya.

Disisi lain, dalam pengantar nota keuangan rancangan perubahan APBD tahun 2019, bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan, perubahan APBD dilakukan dalam rangka untuk memperlancar jalannya pemerintahan dan pembangunan dengan memperhatikan situasi dan kondisi serta memperhitungkan kemampuan keuangan daerah.

Dalam perubahan anggaran ini, jelas bupati, anggaran pendapatan yang semula sejumlah Rp2.123 triliun, naik menjadi Rp2.158 triliun. Untuk pendapatan asli daerah (PAD) yang semula dianggarkan Rp327 miliar lebih, naik menjadi Rp352.420 miliar.

Sedangkan anggaran belanja tahun 2019 yang semula dianggarkan Rp2.313 triliun, naik menjadi Rp2.459 triliun.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :