Rekomendasi

IJTI Apresiasi Pengabdian Tanpa Batas Sutopo BNPB

Kamis, 11 Juli 2019 : 13.39
Published by Hariankota
Ketua IJTI Imam Wahyudi dan Kepala BNPB Letjem TNI Doni Mardano menyampaikan penghargaan kepada keluarga almarhum Sutopo (Sapto Nugroho/hariankota)
BOYOLALI - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia sangat kehilangan atas berpulangnya Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho Nugroho. Sebagai pejabat publik sosoknya dinilai mempunyai semangat mengabdi tanpa kenal batas.

"Ada dua hal yang patut diteladani dari (almarhum) Mas Topo. Pertama beliau adalah salah satu contoh pejabat publik yang patut diteladani dalam menjalankan profesinya," kata Imam Wahyudi, Ketua IJTI kepada hariankota.com saat berkunjung menyampaikan penghargaan di rumah orang tua Sutopo, di Boyolali, Kamis (11/7/2019).

Menurut Imam, Sutopo adalah salah satu pejabat publik yang bisa memberikan perspektif dalam menyampaikan informasi secara transparan kepada masyarakat, termasuk kepada jurnalis tanpa ada yang ditutup - tutupi.

"Beliau sangat terbuka, bisa dihubungi kapanpun, dan tidak ada jarak. Dengan keberadaan Mas Sutopo, kami sangat terbantu," ungkapnya.

Imam yang hadir bersama rombongan disertai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Mardano mengaku kagum kepada Sutopo.

Bagi orang lain, mungkin disaat menderita sakit sudah menyerah. Tapi untuk Sutopo, hal itu tidak berlaku. Meski dalam kondisi sakit, ia tidak menyerah untuk terus bekerja secara optimal.

"Oleh sebab itu, kami memberikan penghargaan pengabdian tanpa batas untuk Mas Sutopo," tegasnya.

Sementara, usai melakukan pertemuan dengan keluarga Sutopo, Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Mardano mengatakan, pihaknya akan memberikan bantuan berupa pembiayaan untuk kelangsungan pendidikan bagi dua anak Sutopo hingga jenjang perguruan tinggi.

"Sudah ada beberapa pihak yang menyampaikan kepada kami akan memberikan bantuan beasiswa kepada dua putra almarhum Pak Sutopo," kata Doni.

Sutopo meninggal karena penyakit kanker dalam usia 49 tahun. Dia berpulang dengan meninggalkan seorang istri, Retno Utami Wulandari dan dua orang putra, Muhammad Ivanka Rizaldi Nugroho yang kini sedang menempuh pendidikan di UNDIP Semarang dan bungsu, Muhammad Aufa Wikantyasa duduk dibangku SMP Lab School Cibubur, Jabar, kelas 2.

Menyinggung tentang pengganti sosok Sutopo, Doni mengaku saat ini pihaknya masih kesulitan untuk mencarinya. Namun itu bukan berarti tidak ada.

"Untuk menggantikan sekaliber Sutopo membutuhkan waktu. Tapi, bukan berarti tidak ada, secara alami akan lahir sendiri Sutopo-Sutopo muda. Semua orang yang mumpuni kami kumpulkan, pokoknya kami sedang berupaya mencari pengganti beliau," ujarnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More