Rekomendasi

Kulakan Ciu, Dua ABG Asal Jatim Terciduk Satpol PP Sukoharjo

Selasa, 09 Juli 2019 : 20.50
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Sejoli anak baru gede YR (17) laki - laki warga Blitar Jatim, dan R (16) perempuan warga Tulungagung juga dari Jatim tak berkutik terciduk razia Satpol PP Sukoharjo saat tengah kulakan ciu (minuman beralkohol tradisional) di wilayah Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.

Dari dua tas ransel warna hitam yang mereka bawa, petugas menemukan ciu yang sudah dikemas dalam puluhan botol bekas air mineral siap edar. Ciu tersebut hendak dijual kembali ke wilayah Blitar, Jatim.

"Yang kami sayangkan adalah mereka ini dari luar daerah Sukoharjo dan masih dibawah umur. Mereka membeli ciu disini kemungkinan akan dijual kembali," terang Kepala Satpol PP Sukoharjo, Heru Indarjo kepada hariankota.com dikantornya, Selasa (9/7/2019) sore.

Dari hasil pemeriksaan didapat keterangan bahwa puluhan botol ciu tersebut semula akan dijual dalam sebuah acara anak - anak punk di Blitar dengan harga per botolnya Rp 50 ribu.

"Ciu dalam botol ini kalau dari pengrajin harga per botol Rp 15 ribu. Sedangkan dipasaran, harganya berdasarkan pengakuan dua anak yang kami tangkap tadi Rp 50 ribu," papar Heru.

Selain menggelandang dan menyita puluhan botol ciu dari dalam tas ransel dua ABG ini, Satpol PP juga telah menyita dari sebuah tempat di Mojolaban berupa 89 botol Anggi atau sejenis jamu berkadar alkohol sekira 10 persen ukuran 1 literan.

"Anggi ini warnanya hitm. Komposisinya adalah fermentasi dari anggur, ciu, temulawak dan bahan kimia berupa citric acid. Tentu ini sangat membahayakan bagi kesehatan manusia," ujar Heru.

Atas temuan tersebut, Satpol PP langsung melakukan pembinaan terhadap penjual mihol jenis anggi berinisial JS warga Mojolaban ini. JS diketahui bukan pengrajin (pembuat ciu-Red). Selama ini dia bertindak sebagai penampung ciu dari para pengrajin di sekitarnya.

"Kami telah memberi teguran kepada para pengrajin ciu di kawasan Bekonang, Mojolaban agar tidak sembarangan menjual. Sebenarnya kami selalu rutin melakukan pengawasan. Makanya ini tadi bisa langsung ketahuan ada anak ABG membeli dalam jumlah besar," pungkasnya.

Jurnalis : Sapto

Editor : Mahardika

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More