Rekomendasi

Lawan Radikalisme dengan Gelorakan Pancasila

Kamis, 25 Juli 2019 : 18.26
Published by Hariankota
YOGYAKARTA - Sebagai institusi pendidikan tinggi agama, UIN Sunan Kalijaga memiliki tugas tambahan untuk menyebarkan Islam moderat yang mengakui kebhinnekaan, keberagaman dan menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada mahasiswa.

Upaya menggelorakan Pancasila di segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara, butuh mendapatkan dukungan semua pihak agar bisa menjadi alat untuk mencegah aksi radikalisme hingga terorisme di Indonesia.

Rektor UIN Suka Yogyakarta, Prof KH Yudian Wahyudi, MA., Ph. D, menegaskan hal tersebut usai berbicara dalam diskusi bertema Strategi Pencegahan dan Penegakan Hukum terhadap Aksi Radikalisme dan Terorisme di Gedung DPRD DIY siang tadi.

Di dalam kesempatan diskusi tersebut, Yudian Wahyudi memberikan paparan berkaitan dengan pentingnya pemahaman dan pengetahuan beragama Islam yang moderat.

"UIN Sunan Kalijaga dengan Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara mendukung sepenuhnya program sinau Pancasila kepada masyarakat. Kalau untuk mahasiswa sejak awal kita kenalkan agama dan budaya moderat, diperkenalkan hubungan Islam dengan Pancasila," katanya pada wartawan, Kamis (25/7/2019).

Diskusi yang diselenggarakan Komisi A DPRD DIY ini menghadirkan juga Direktur Kriminal Umum Polda DIY, Dr Hadi Utomo, SH, M. Hum beserta Kasatgas Anti Teror Polda DIY AKBP Nugrah Trihadi dan Eko Suwanto Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan.

FGD juga dihadiri peserta dari kepala sekolah SMK/SMA, FKUB, Pemda, OSIS, Karang Taruna, dan berbagai tokoh masyarakat termasuk tokoh agama KH Thoha Abdurrahman.

Secara khusus, Yudian Wahyudi menyebutkan sebenarnya agama bisa dijadikan penguat Pancasila. Selain pentingnya pengajaran secara formal di tiap tingkatan jenjang pendidikan, program sinau Pancasila secara luas diyakini bisa membentengi masyarakat dari paham terorisme dan radikalisme.

Apa yang dibutuhkan Indonesia ke depan agar bisa menjadi Pancasilais? Yudian mengingatkan agar jangan ada lagi gerakan keagamaan yang liar. Sudah ada konsensus bahwa seluruh elemen bangsa yang bhinneka harus sudah sepakat dengan Pancasila.

"Agama dan Pancasila jangan dibenturkan. Kita butuh mewujudkan sikap religius, dengan nuansa lokalitas penting diajarkan," katanya.

Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari fraksi PDI Perjuangan menyatakan bahwa saat ini ada kebutuhan untuk menghadang terorisme dan radikalisme. Pemda DIY punya tanggung jawab melakukan pendidikan dan sosialisai kepada masyarakat tentang Pancasila.

Melalui program sinau Pancasila ke 78 kecamatan di DIY akan berjalan lagi di tahun 2020 dengan sasaran kelompok milenial sejumlah 7.800 orang.

"Kita butuh banyak agen negara untuk sebarkan pemahaman Pancasila. Program sinau Pancasila butuh dukungan termasuk metode yang pas untuk generasi milenial, kita gandeng UIN Sunan Kalijaga bantu rancang kurikulum termasuk Pusat Studi Pancasila dari UGM dan berbagai perguruan tinggi lainnya," kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta ini.

Jurnalis: Danang Prabowo

Editor: Gunadi

Share this Article :