Rekomendasi

Mengaku Hanya Kurir Sabu, Warga Solo Dibekuk Polisi Boyolali

Selasa, 30 Juli 2019 : 16.39
Published by Hariankota
BOYOLALI - Satresnarkoba Polres Boyolali membekuk seorang tersangka pelaku pengedar narkoba jenis sabu berinisial FH alias Pendi (33), warga Kampung Busukan RT 01 / RW 27 Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo.

Dalam rilis ungkap kasus di Mapolres Boyolali, Selasa (30/7/2019), Wakapolres Boyolali Kompol Donny Eko Listiyanto mewakili Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, tersangka ditangkap di sebuah lokasi di Dukuh Garen, Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali pada, 20 Juli 2019 lalu.

Kepada hariankota.com dan awak media lain, Wakapolres menyampaikan, dari tangan tersangka, petugas menemukan barang bukti berupa, 5 paket serbuk kristal warna putih narkotika golongan 1 jenis sabu dengan total berat 75,24 gram.

"Pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba ini dapat kami lakukan setelah mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya orang mencurigakan yang diduga hendak melakukan transaksi narkoba," terang Donny.

Setelah dilakukan pengawasan beberapa waktu, tak berselang lama kemudian tersangka pelaku dapat ditangkap di pingir jalan tempat akan dilakukannya transaksi sekira pukul 23.00 WIB.

"Selain menangkap tersangka dan mengamankan barang bukti yang dibawa, kami kemudian juga melakukan penggeledahan di rumahnya. Disana ditemukan barang bukti lainnya berupa bundel plastik klip, timbangan, handphone, alat isap atau bong, dan plester," sebutnya.

Kepada petugas, tersangka mengaku barang haram berupa sabu didapat dari seseorang bernisial EK yang saat ini masih buron. Kegiatan mengedarkan narkoba diakui tersangka sudah dijalani sekira satu tahun terakhir ini.

"Modus transaksinya berkomunikasi melalui telepone seluler kemudian uangnya dikirim melalui transfer dengan nomor rekening, dan setelah itu barang dikirim dengan cara diletakkan pada suatu tempat yang telah disepakati. Jadi, pelaku mengaku tidak mengenal orang yang akan membeli sabu - sabu ini," kata Donny.

Dari penangkapan satu tersangka ini Polisi akan melakukan pengembangan, karena masih ada EK, yang diduga merupakan pemilik barang haram tersebut. Tersangka mengaku hanya disuruh oleh EK untuk mengantar barang pesanan sabu-sabu dengan upah Rp. 1 juta.

"Atas perbuatannya, tersangka kami kenakan jerat pasal 114 ayat (2), Pasar 112 ayat (2) Undang Undang RI no.35/2009, tentang narkotika. Ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara," pungkasnya.

Jurnalis : Sapto

Editor : Mahardika

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More