Rekomendasi

Merajut Harmonisasi Pasca Pilpres, BEM Solo Raya Dorong Rekonsiliasi

Kamis, 18 Juli 2019 : 07.35
Published by Hariankota
SUKOHARJO – Berawal dari kegelisahan atas situasi dan kondisi masyarakat yang dinilai masih belum bisa beranjak dari suasana kampanye Pemilu Presiden, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Solo Raya bersama komunitas Pemuda Bhinneka Tunggal Ika menggelar diskusi publik bertema Peran Mahasiswa Dalam Rekonsiliasi Pasca Pilpres 2019.

Diskusi berlangsung di Hotel Sarilla Sukoharjo, Rabu (17/7/2019) malam, menghadirkan sejumlah narasumber seperti, KH Dian Nafi (Tokoh NU pengasuh Ponpes Al Muayyad), Sofyan Ardyanto (Politisi PDIP), Didik Hermawan (Politisi PKS), dan Agus Santosa (Sekda Sukoharjo).

Kepada hariankota.com, Ketua Panitia, Muhammad Fathoni A menyampaikan, sebagai ujung organisasi kampus, BEM Solo Raya berharap dengan diskusi ini bisa bertukar pikiran agar bisa menjadi bagian dari solusi untuk kembali mengharmoniskan suasana, setidaknya di kalangan kampus masing – masing.

“Kita semua memahami bahwa proses kampanye Pemilu Presiden 2019 lalu telah membelah masyarakat menjadi dua. Yang menyedihkan, itu terjadi secara ekstrem dan berdampak pada keretakan hubungan antar kelompok, antar sahabat, antar tetangga dan beberapa hubungan lainnya,” terang Fathoni.

Secara menyeluruh disebutkan, bahwa saat ini belum dirasakan terjadinya rekonsiliasi antara kelompok pendukung dari masing - masing mantan kandidat Capres, meski diketahui antara Prabowo dan Presiden Joko Widodo telah bertemu beberapa waktu lalu dalam sebuah acara.

"Kami belum merasakan menyatunya masyarakat. Saat ini aroma pertarungan itu masih kental terasa. Terutama di dunia maya atau medsos. Ruang – ruang komumikasi masih dipenuhi caci maki, dibanjiri berita palsu atau hoax," ungkapnya.

Setidaknya dari diskusi dimasa damai ini, BEM Solo Raya berkeinginan mengambil peran penting dalam menjaga keharmonisan hidup berbangsa dan bernegara. Salah satunya dengan menjadi pelopor dikalangan generasi muda terutama di kampus – kampus untuk mengkampayekan pentingnya kerukunan.

“Oleh karena itu kami ingin menyerap dan mendapatkan informasi yang akurat tentang ikhtiar untuk merajut kembali harmonisasi, baik tingkat akar rumput hingga elite dengan mengundang para narasumber yang kompeten dan terlibat langsung dalam ikhtiar tersebut,” tandasnya.

Dalam diskusi yang berlangsung hingga menjelang tengah malam ini, hadir perwakilan BEM masing - masing kampus seperti dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta, Instititut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Universitas Veteran Bangun Nusantara (UVBN) Sukoharjo, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), serta sejumlah kampus lainnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :