Rekomendasi

Musim Kemarau, Hasil Panen Cabai Tidak Maksimal

Minggu, 14 Juli 2019 : 21.19
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Meski sebagian tanaman cabai mengalami kering dan layu akibat musim kemarau, petani cabai di Karanganyar masih bisa panen. Meski hasilnya tidak maksimal, hasil panen cabai para petani ini, masih bisa menutup biaya produksi.

Salah satu petani asal Desa Dagen Kecamatan Jaten, Andy Purnomo, mengatakan, lahan tanaman cabai miliknya seluas 3.200 meter persegi, saat memasuki panen, terlihat layu dan kering.

Menurutnya, tanaman cabai miliknya tersebut, sebagian menjadi layu. Tiga hari kemudian, jelas Andy, tanamannya langsung kering secara tiba-tiba.

“Saya tidak tahu apa penyebabnya.Tiba-tiba saja layu, kemudian kering. Tapi hanya sebagian saja. Meski demikian, saya masih bisa panen,” kata Andy, Minggu (14/07/2019).

Untuk mengatasi agar tanamannya tidak layu, Andy bersama dua orang pekerjanya, harus bekerja ekstra dan menyirami tanaman dua hari sekali. “Kami harus kerja ekstras mas agar tanaman tidak layu dan kering. Mungkin ini disebabkan karena musim kemarau,” ujarnya.

Akibat sebagian tanaman miliknya layu dan kering, Andy mengaku berdampak pada hasil panen. Biasanya, menurut Andy, dalam sekali petik, dia memperoleh sebanyak 1 kuintal cabai, namun saat ini, berkurang 30 persen.

“Hasil panen dan jumlah produksi tidak maksimal,” jelasnya. Ditambahkannya, hasil panen cabai mliknya tersebut, dijual langsung ke pedagang pasar dengan harga Rp45.000 sampai Rp47.000 per kilogramnya.

“Cabai yang layak, saya jual langsung ke pedagang pasar. Ini salah satu cara untuk mengatasi agar tidak merugi. Karena kalau dijual ke pengepul, harganya rendah,” tandasnya.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Rahayu

Share this Article :