Rekomendasi

Naikkan Daya Listrik Secara Ilegal, Oknum BTL Diamankan

Kamis, 18 Juli 2019 : 17.26
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Menaikkan daya listrik secara illegal di salah satu Koperasi Simpan Pinjam yang berada di Kecamatan Gondangrejo, oknum biro teknik listrik (BTL), Triyono (46), warga Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, harus berurusan dengan pihak berwajib.

Pasalnya, saat menaikkan daya listrik, tanpa sepengetahuan oleh PLN wilayah Surakarta.

Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, melalui Kasat Reskrim, AKP Dwi Haryadi, kepada hariankota.com serta awak media lain, saat ungkap kasus, Kamis (18/07/2019), mengatakan, kasus ini berawal saat Koperasi Simpan Pinjam, melalui manager, Danang Agung Juniyanto, akan menaikkan daya listrik, dari 11.000 watt menjadi 23.000 watt, dengan biaya Rp20 juta, sekitar setahun lalu.

Selain biaya penambahan daya, menurut Kasat Reskrim, tersangka juga meminta biaya pemasangan instalasi sebesar Rp10 juta. Oleh tersangka, jelas Kasat Reskrim, penambahan daya ini, langsung didaftarkan ke PLN wilayah Surakarta.

“Setelah didaftarkan, ternyata uang tidak disetorkan kepada PLN. Tersangka justru menaikkan daya listrik secara illegal dengan melakukan los strum,” jelas Kasat Reskrim, Kamis (18/07/2019).

Perbuatan tersangka yang menaikkan daya listrik ini, lanjut Kasat Reskrim, juga tanpa sepengetahuan pengguna jasa, dalam hal ini pengelola koperasi.

Setelah hampir setahun, baru diketahui, jika tersangka tidak menaikkan daya listrik secara resmi dan tidak terdaftar di PLN. Akibatnya koperasi mengalami kerugian karena harus membayar denda kepada PLN sebesar Rp89 juta.

“Pengguna jasa tidak tahu. Yang mereka tahu, ada kenaikan daya melalui tersangka,” ujar Kasat Reskrim. Untuk proses hukum lebih lanjut, tambah Kasat Reskrim, tersangka diamankan di Mapolres Karanganyar dan dijerat dengan pasal 378 dan atau 372 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.

Sementara itu, Triyono mengaku baru pertama menjalankan aksinya. Uang hasil kejahatannya tersebut, dia gunakan untuk kepentingan pribadi. “Saya baru pertama kali melakukannya. Uangnya habis untuk keperluan pribadi,” akunya saat ditanya wartawan.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :