Rekomendasi

Polres Karanganyar Amankan Ratusan Juta Uang Palsu

Rabu, 31 Juli 2019 : 13.42
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Satuan reserse dan kriminal (Sat Reskrim) Polres Karanganyar, mengungkap dugaan peredaran uang palsu senilai Rp158 juta dengan pecahan Rp100.000 dan pecahan Rp50.000.

Selain uang rupiah palsu, tim Sat Reskrim Polres Karaganyar juga mengamankan mata uang asing, masing-masing mata uang Yuan, Brazil dan mata uang Euro. Uang palsu ini diamankan dari dalam mobil Datsun Nopol AD 9078 QS milik ASH alias Agus, warga Mojosongo dan pasangannya MS.

Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi yang didampingi Kasat Reskrim AKP Dwi Haryadi, kepada hariankota.com serta awak media lain, dalam ungkap kasus di Mapolres setempat, Rabu (31/07/2019) mengatakan, terungkapnya kasus ini, berawal ketika anggota Sat reskrim melakukan penggeledahan untuk mencari dan menemukan barang bukti di dalam mobil milik ASH, terkait dengan kasus penipuan.

Saat dilakukan penggeledahan, Menurut Kapolres, anggota Sat Reskrim, menemukan satu tas yang mencurigakan. Setelah dibuka, ternyata tas tersebut, berisi mata uang rupiah yang diragukan keasliannya.

“Tim Sat Reskrim menemukan ratusan juta uang yang diduga palsu ini dari dalam mobil milik ASH. Selain mata uang rupiah yang diduga palsu, tim juga menemukan mata uang asing yakni mata uang China, Yuan, mata auang Brazil dan mata uang Euro,” kata Kapolres, Rabu (31/07/2019).

Untuk pengembangan lebih lanjut, jelas Kapolres, ASH dan MS yang telah ditetapkan sebagai tersangka, berikut barang bukti, diamankan di Mapolres Karanganyar.

Kedua tersangka, lanjut Kapolres, dijerat dengan pasal 36 ayat (2) UU No 7 tahun 2011 tentang mata uang, dengan ancaman 10 tahun peenjara serta denda Rp10 miliar. Disisi lain, menurut pengakuan kedua tersangka, uang palsu tersebut diperoleh dari seseorang di Secang, Kabupaten Magelang.

“Kami memperoleh uang tersebut dari seseorang di Secang Magelang. Rencananya uang tersebut akan kami gunakan untuk membayar hutang dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar kedua tersangka.

Sementara itu, Kepala cabang Bank Indonesia wilayah Surakarta, Bambang Pramono, yang terjun langsung melakukan pemeriksaan mata uang rupiah yang diamankan tersebut, kepada awak media mengatakan, dari hasil investigasi yang dilakukan, uang tersebut tidak memenuhi kriteria uang asli.

Misalnya, dari bahan, benang pengaman dan teknik cetak.

“Dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan, banyak fitur-fitur uang asli yang tidak ditemukan dalam uang ini. Maka dapat kami pastikan, jika uang rupiah yang diamankan oleh Pores Karanganyar ini, adalah palsu,” jelasnya.

(Iwan Iswanda)
Share this Article :

Berita Terbaru

Read More