Rekomendasi

Sadis, Seorang Ibu Tega Aniaya Anak Kandung Hingga Tewas

Kamis, 18 Juli 2019 : 17.18
Published by Hariankota
BOYOLALI - Hanya karena sering rewel, Siti Wakidah (30), seorang ibu rumah tangga warga Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali tega menganiaya anak kandungnya hingga tewas.

Fadli, bocah laki - laki umur 6 tahun harus meregang nyawa ditangan ibu yang telah melahirkannya. Nyawanya tak terselematkan akibat luka serius disekujur badan.

Informasi yang diperoleh hariankota.com dari tetangga tempat kejadian perkara (TKP) penganiayaan, di lingkungan tersebut korban penganiayaan, Fadli, dikenal sebagai anak penurut.

"Anak-anaknya itu apalagi Fadli penurut anaknya. Fadli kadang pergi ke warung kalau disuruh sama ibunya," ungkap Riyadi salah satu warga yang tinggal tak jauh dari TKP, Kamis (18/7/2019).

Dimata Riyadi, selama ini anak-anak tersangka yang berjumlah 4 orang memang tidak terlalu sering bergaul dengan tetangga sekitar. Mereka lebih sering bermain di beranda rumah sendiri.

"Sebelum kejadian penganiayaan, saya sering mendengar suara tangisan anak-anak dari rumah tersangka ini. Tapi saya pikir biasa saja karena wajar kan anak-anak biasanya suka rewel," katanya.

Tersangka yang sehari - hari berkerja sebagai buruh ini, bersama suami dan anak - anaknya tinggal dirumah yang saling berdekatan dengan rumah tetangga lainnya. Letaknya dari pinggir jalan masih masuk ke dalam gang.

Kasat Reskrim Polres Boyolali, Iptu Mulyanto mewakili Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya berhasil mengungkap kasus ini berkat kecurigaan tetangga saat memandikan jasad korban sewaktu hendak dimakamkan.

"Banyak kerabat dan tetangga membicarakan mengenai kondisi jasad korban saat dimandikan. Korban kok lebam akhirnya dilaporkan ke Polsek Ampel untuk melakukan pemeriksaan dan memang banyak lebam," katanya.

Berdasarkan penyidikan, tersangka menyiksa putranya yang baru berusia enam tahun ini didalam rumah dengan cara ditendang dan di pukul. Korban merupakan anak tersangka dari suami terdahulu. Sekarang dia (tersangka-Red) sudah menikah lagi.

Bekas luka penganiayaan tersebut diketahui setelah Polisi pada Selasa (16/7/2019) kemarin membongkar makam korban guna kepentingan autopsi untuk penyidikan hingga akhirnya dapat menangkap tersangka dirumahnya yang berada di Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.

Diketahui, korban meninggal dunia pada Kamis (11/7/2019) lalu sekira pukul 11.00 WIB didalam rumah setelah sebelumnya dianiaya. Sedangkan para tetangga baru diberitahu sekira pukul 13.00 WIB sesudahnya.

"Dari keterangan ahli ditemukan tanda-tanda kekerasan benda tumpul berupa luka memar dan lecet dibeberapa bagian badan korban serta resapan darah pada kulit bagian dalam. Tersangka juga sudah mengaku," ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 80 ayat (4) UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan/atau Pasal 44 ayat (3) UU No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

"Ancaman hukumannya kurungan penjara maksimal 15 tahun bahkan bisa lebih, mengingat korbannya meninggal dunia dan pelakunya adalah orang tua kandung sendiri," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More