Rekomendasi

Sumur Bor Dibatasi dan Harus Berijin, Petani Menolak

Rabu, 10 Juli 2019 : 17.10
Published by Hariankota
SRAGEN - Rencana pemerintah kabupaten (Pemkab) Sragen yang akan membatasi dan mewajibkan ijin terhadap pembuatan sumur bor (sibel), di area perswahan mendapat penolakan dari para petani. Penolakan itu disampaikan oleh petani di wilayah Taraman, Sidoharjo.

Di areal ini, tercatat ada lebih dari 100 petani yang membuat sumur sibel untuk pengairan sawahnya.

Sugimin (50), petani Taraman, Sidoharjo mengatakan, kebijakan pengetatan, pemberlakuan izin, apalagi sampai pelarangan sumur bor yang akan dilakukan oleh Pemkab Sragen, sangat memberatkan dan merugikan para petani.

Pasalnya, menurut Sugimin, keberadaan sumur bor tersebut sangat membantu petani, tertama saat musim kemarau. Selain itu, tersebut rata-rata berkedalaman di atas 50-60 meter sehingga tidak berpengaruh pada sumber air di permukiman warga.

"Terus terang kami merasa kberatan kalau pemkab melakukan pembatasan dan penerapan ijin bagi sumur bor. Kalau diminta ngurus izin, mbayar lagi, ya kasihan petani Pak. Nanti petani hasilnya apa. Waraga sektar pembuatan sumur bor juga tidak ada yeng mengeluh," ujarnya, Rabu (10/07/2019).

Hal yang sama dikatakan Purwanto, petani lainnya. Menurut Purwanto, pembuatan sumur bor oleh para petani ini, menghabiskan biiaya yang cukup besar. Bahkan menecapai puluhan juta rupiah.

Meski biaya tinggi, sumuru bor ini, sangat membantu petani, terutama saat musim kemarau. Sebab selain lebih hemat, debit air yang keluar juga cukup memadai.

“Pembuatan sumur bor dilakukan sebagai salah satu solusi untuk mengairi sawah saat memasuki musim kemarau. Kalau dibayasi apalagi dengan ijin, kami merasa keberatan,” kata dia.

Sebelumnya, Pemkab Sragen,berencana menerapkan aturan dan pembatasan pembuatan sumur bor yang semakin marak.Pembatasan dan penerapan ijin pembuatan sumur bor ini dilakukan karena semakin menurunnya debit air tanah.

"Jika tidak diatur atau dibuat aturan,maka jumlahnya semakin meluas. Maka akan berdampak semakin turunnya air tanah. Dan nggak menutup kemungkinan, harus ada ijin terhadap pembuatan sumur dalam seperti itu, supaya tidak terjadi eksploitasi terhadap air permukaan," ujar sekda Sragen, Tatag Prabawanto.

Jurnalis : Iwan Iswanda

Editor: Mahardika

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More