Rekomendasi

Tertipu Investasi Bodong, Sejumlah Warga Sukoharjo Merugi Ratusan Juta Rupiah

Jumat, 19 Juli 2019 : 16.47
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Sejumlah warga Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo jadi korban penipuan berkedok investasi jamu herbal PT Krisna Alam Sejahtera (KAS) yang beralamat di Kabupaten Klaten.

Informasi yang didapat hariankota.com, kasus investasi bodong menghebohkan tersebut, kali pertama dilaporkan sejumlah korban ke Polres Klaten. Diduga warga yang menjadi korban jumlahnya ratusan dengan kerugian bervariasi, angkanya jika ditotal disebut mencapai puluhan miliar rupiah.

"Untuk warga desa kami yang menjadi korban penipuan investasi bodong ini belum terdata secara pasti. Namun jumlahnya lebih dari 20 orang dengan kerugian hingga Rp 300 juta lebih," kata Kepala Desa (Kades) Mulur, Sugeng Riyadi saat dikonfirmasi awak media, Jum'at (19/7/2019).

Sugeng pun prihatin dengan banyaknya warga Desa Mulur yang jadi korban. Mereka berasal dari berbagai profesi. Ada petani, guru, peternak, dan ada juga dari kalangan pengurus pondok pesantren.

"Bahkan, beberapa diantara korban ini tertarik ikut investasi dengan menggunakan uang hasil pinjaman bank. Ini kami ketahui berdasar catatan riwayat nama - nama warga yang membuat surat keterangan permohonan untuk mencari pinjaman bank," ungkap Sugeng.

Kepada perangkat desa yang membidangi administrasi, pada saat membuat surat keterangan, warga beralasan pengajuan pinjaman uang ke bank akan mereka gunakan untuk modal usaha. Tidak disebut secara jelas apa jenis usahanya.

"Belakangan ada informasi bahwa uang pinjaman itu digunakan untuk bisnis jamu herbal di Klaten. Mereka menyebut investasi oven jamu. Uang yang diinvestasikan tiap warga bervariasi mulai Rp.8 juta, Rp.16 juta dan seterusnya," kata Sugeng.

Seperti diketahui kasus penipuan ini telah ditangani Polres Klaten dengan meringkus pelaku utamanya. Semula para korban investasi bodong tergiur dengan keuntungan besar yang dijanjikan PT KAS melalui penawaran 3 jenis paket investasi bisnis jamu herbal.

Ketiga paket tersebut terdiri, paket A Rp 8 juta dengan keuntungan Rp 1 juta per minggu, paket B Rp 16 juta keuntungan Rp 2 juta per minggu, dan paket C Rp 24 juta dengan keuntungan Rp 3 juta per minggu.

Modus penipuannya, setelah korban mendaftar sebagai mitra kerja PT KAS, kemudian diwajibkan membayar sesuai pilihan paket yang diinginkan. Setelah membayar dilanjut mengikuti pelatihan tentang bagaimana cara mengolah dan mengeringkan jamu herbal.

Namun seiring berjalannya waktu, dan jumlah peserta investasi makin banyak, keuntungan besar yang ditunggu - tunggu belum juga ada wujudnya. Peserta investasi baru sadar jika mereka telah menjadi korban penipuan setelah PT KAS tutup.

Jurnalis : Sapto

Editor : Mahardika

Share this Article :