Rekomendasi

Amankan Pengguna Sabu - Sabu, Polres Malang Kota Justru Bekuk Pengedar Narkotika

Selasa, 27 Agustus 2019 : 00.19
Published by Hariankota
KOTA MALANG - Berbekal penangkapan seorang pengguna sabu - sabu bernama Prianda (20), Polres Malang Kota berhasil membongkar jaringan pengedar pil dobel L di kalangan masyarakat Kota Malang.

Berbekal informasi dari masyarakat, tersangka Prianda, warga Jalan Sampurna Tengah, Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, diamankan di tepi jalan usai melakukan transaksi dengan pelaku Yusron.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri mengungkap usai pengembangan dari pemeriksaan Prianda inilah, pihaknya mengamankan Yusron (28) wasga Perum XI Kelurahan Cemorokandang, Kedungkandang, Kota Malang di rumahnya.

"Terbongkarnya peredaran pil dobel L ini diawali dari penangkapan pengguna sabu - sabu atas nama Prianda, ia mendapatkan barangnya dari Yusron. Setelah diselidiki ternyata Yusron juga pengedar pil dobel L," ungkap Asfuri saat memimpin rilis di Mapolres Malang Kota, Senin siang (26/8 /2019).

Kepada petugas Prianda mengaku membeli narkotika jenis sabu - sabu seharga Rp 600 ribu. Sementara itu saat pemeriksaan, tersangka Yusron mengaku awalnya berjualan sabu - sabu juga berjualan pil dobel L sejak 4 bulan yang lalu.

"Dia baru jualan pil dobel L, sebelumnya jualan sabu - sabu, dia memang pengedar. Barangnya didapat dari seorang pelaku bernama David asal Jember, yang saat ini masih kita buru," tuturnya.

Dari tangan Prianda sendiri, polisi mengamankan barang bukti berupa sabu - sabu seberat 0,75 gram.

Sedangkan dari tangan Yusron, diamankan 1 bungkus klip plastik sabu - sabu seberat 7,34 gram, 44 ribu pil dobel L yang dikemaa dalam satu bungkus plastik masing - masing berisi 1.000 butir, 1 bungkus plastik klip kecik berisi 22 butir pil dobel yang siap dijual, serta satu unit timbangan.

"Untuk pelaku Prianda dijerat pasal 112 ayat 1 Undang - Undang (UU) Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Sedangkan untuk Yusron dikenakan Pasal 112 ayat 2 dan Pasal 114 ayat 1 UU Narkotika," jelas Asfuri.

Asfuri menambahkan untuk pelaku Prianda terancam dengan minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun kurungan penjara. Sementara untuk tersangka Yusron karena statusnya sebagai pengedar, ia terancam hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

Jurnalis: Miadaada
Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More