Rekomendasi

Baru Digelar Dua Hari, 600 Pengendara Kena Tilang

Jumat, 30 Agustus 2019 : 16.32
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Para ojek online (Ojol) diminta untuk berhenti saat menerima panggilan telepon dari konsumen atau pelanggan. Hal ini, untuk menghindari terjadi kecelakaan lalu lintas, yang dapat membahayakan pengemudi ojol serta pengendara lainnya.

Hal tersebut dikatakan Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, melalui Kasat Lantas, AKP Faris Budiman, kepada hariankota.com serta awak media lain, Jumat (30/08/2019).

Menurut Kasat Lantas, selama ini, para ojol, sering mengabaikan keselamatannya saat berkendara, terutama saat menerima panggilan telepon dari para pelanggan.

“Ini sangat bahaya, tidak hanya bagi ojol sendiri, tapi juga bagi pengguna jalan lain. Kami minta, saat menerima telepon, sebaiknya berhenti. Jika tidak, kami tetap mengambil tindakan tegas. Karena salah satu yang menjadi priorita penindakan adalan menggunakan telepon saat berkendara,” kata Kasat Lantas.

Sementara itu, hingga hari kedua pelaksanaan Operasi Patuh Candi Tahun 2019, Jumat (30/08/2019), sebanyak 611 pengendara kendaraan dijatuhi sanksi tilang oleh Petugas Satlantas Polres Karanganyar. Kasat Lantas, AKP Faris Budiman, mengatakan, dari jumlah pelanggar terebut, sebagian besar merupakan pengendara sepeda motor.

Menurut Kasat Lantas, para pengendar sepeda motor ini, dikenai sanksi tilang karena tidak mengenakan helm, tidak membawa surat kendaraan bermotor, menggunakan knalpot tidak standar, dan melanggar ketentuan peraturan lalu lintas lainnya.

Khusus bagi pengendara yang tidak menggunakan knalpot standar, Sat Lantas Polres Karanganyar, menahan sedikitnya 30 sepeda motor. Sepeda motor ini baru bisa diambil, jelas Kasat Lantas, jika knalpot deiganti dengan knalpot standar.

"Dalam operasi patuh candi 2019 ini, kami menekankan kepada penindakan. Pelanggar yang paling banyak adalah pengendara dibawah umur dan tidak memiliki surat ijin menegemudi. Selain itu, kami juga akan memberikan peringatan kepada pengendara agar selalu berhati-hati," ujar Kasaat Lantas, Jumat (30/08/2019).

Dijelaskannya, ada delapan poin sasaran dalam operasi patuh tahun ini. Di antaranya, pengemudi yang menggunakan HP, melawan arus, pengendara di bawah umur, pengemudi roda empat yang tidak menggunakan safety belt, menggunakan rotator.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More