Rekomendasi

Cek Hewan Kurban, Dispertan Sukoharjo Temukan Cacing Hati

Minggu, 11 Agustus 2019 : 16.16
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Cacing hati ditemukan pada hewan sapi kurban saat tim dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Sukoharjo melakukan pengecekan di sejumlah masjid yang meleksanakan penyembelihan hewan kurban hari raya Iduladha 1440 H, Minggu (11/8/2019).

Informasi yang diperoleh hariankota.com, cacing hati tersebut ditemukan saat tim pemeriksa hewan wilayah Kecamatan Sukoharjo melakukan pemeriksaan di 10 lokasi masjid, dan 2 diantaranya ditemukan cacing.

"Kami menemukan cacing pada hati sapi yang telah disembelih pada dua masjid. Setelah kami raba kemudian disayat untuk diambil beberapa sampel, ditemukan ada cacingnya," kata Eni Widayati petugas dari Dispertan Sukoharjo.

Oleh tim dari Dispertan, pada bagian hewan kurban yang ditemukan ada cacing ini langsung diinstruksikan untuk dibuang dengan cara dikubur. Hati hewan kurban yang banyak ditemukan cacing harus dibuang, karena tidak layak konsumsi.

Selain melakukan pemeriksaan, pada kesempatan itu tim Dispertan juga memberikan pelatihan singkat kepada petugas pemotong hewan kurban untuk mengenali ciri-ciri hewan yang ada cacing hati maupun Pneumonia.

"Kami juga mengajari para petugas yang akan memotong hewan kurban cara pemeriksaannya. Kalau temuan cacingnya sedikit, dibuang saja tidak apa-apa," ujarnya.

Kepada panitia pengelola hewan kurban juga diberi pengetahuan tentang membedakan paru -paru hewan kurban yang disembelih terserang Pneumonia atau tidak. Paru-paru yang sehat itu harusnya berwarna pink.

"Jika terserang Pneumonia warnanya akan merah tua, dan jika disayat akan keluar nanahnya. Kalau dilakukan uji apung, paru-paru yang terkena Pneumonia akan tenggelam, sedangkan paru-paru yang sehat harusnya mengapung," jelasnya.

Sementara, Kepala UPTD Rumah Potong dan Pusat Kesehatan Hewan Sukoharjo, Leni Sri Lestari menyampaikan, dalam pemeriksaan hewan kurban ini, pihaknya menurunkan tim menyebar di 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Sukoharjo.

"Tim terdiri dari 7 orang dari perhimpunan dokter hewan, 30 orang dari Kabupaten, dan 24 orang dari tiap Kecamatan. Ternyata sambutan masyarakat dan takmir masjid sangat antusias. Mereka meminta kami menunggui di setiap masjid, tapi karena keterbatasan jumlah petugas, kami hanya bisa melakukan sample," pungkasnya.

Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :