Rekomendasi

Dijanjikan Uang Rp 5.000 Oleh Pengamen, Siswi SMP Dipaksa Perbuat Asusila

Kamis, 22 Agustus 2019 : 19.35
Published by Hariankota
MALANG - Kepolisian mengamankan seorang pengamen bernama Supriyadi (51)warga Desa Lemah Putro, Sidoarjo, lantaran tertangkap basah melakukan tindakan asusila kepada seorang siswi SMP kelas XI.

Siswi berinisial F warga Girimoyo, Karangploso, Kabupaten Malang, menjadi objek tindakan asusila oleh pria yang akrab disapa Pak Pri disebuah lahan kosong di Karangploso.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ipda Yulistiana Sri Iriana mengatakan pelaku diamankan setelah dihajar massa lantaran ketahuan memaksa korbannya untuk oral seks selama dua hari berturut - turut," ungkap Yulistiana, pada Kamis (22/8/2019).

Untuk memuluskan aksinya, pria yang sehari - hari bekerja sebagai pengamen dari rumah ke rumah ini mengiming - imingi uang jajan sebesar Rp 5.000 kepada korbannya.

"Pelaku menjanjikan uang Rp 5.000 rupiah dan dipaksa melalukan oral seks dua hari di lahan kosong di Karangploso. Pelaku kepergok tertangkap basah oleh warga dan diamankan oleh anggota," jelasnya.

Namun kepada petugas, Supriyadi membantah ila ia memaksa korbannya berbuat asusila. Pelaku yang sehari - hari tinggal di rumah kos di kawasan Girimoyo, Karangploso, bertemu korbannya usai membeli minyak tanah pada Minggu 18 Agustus 2019.

"Pelaku mengajak korbannya menuju baronhan lahan kosong, di situlah terjadi pelaku memaksa korban berbuat oral seks," tuturnya.

Puas dengan aksinya di hari Minggu, Pri kembali melakukan aksinya yang kedua kali pada Senin sore (19/8/2019), di hari inilah tindakannya tertangkap basah oleh warga. Sebelum diserahkan ke petugas, pelaku sempat menjadi bulan - bulanan massa.

"Akibat perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 82 UU Nomor 35 tahun 2014 mengenai perlindungan anak. Ancaman hukumannya minimal 15 tahun penjara," pungkasnya.

Jurnalis: Miadaada
Editor: Gunadi

Share this Article :