Rekomendasi

Dinamika Politik Jelang Pilkada Sragen, Yuni Mundur, Partai Gerindra Cuek

Senin, 26 Agustus 2019 : 14.54
Published by Hariankota
SRAGEN - Mundurnya bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, tidak ditanggapi berlebihan oleh Partai Gerindra yang telah membesarkan namanya.

Sekertaris DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Sriyanto Saputro, ketika dihubungi hariankota.com melalui telepon selularnya, Senin (26/08/2019), tidak menanggapi dan merespon pengunduran diri orang nomor satu di Sragen tersebut sebagao kader partai pimpinan Prabowo Subianto tersebut.

Menurut Sriyanto, mundur dari kader dan keanggotaan partai, adalah hak setiap orang, termasuk pegunduran diri Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Diungkapkan Sriyanto pengunduran diri Yuni sebenarnya tak hanya sekadar karena beda sikap di Pemilu 2019. Sikap Yuni tersebut mulai terlihat ketika di Pilgub Jateng 2018 dan pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2019, yang dinilai yang tidak membantu calon dari Partai Gerindra.

“Pengunduran Yuni tidak kita respon, Silahkan saja. Biarkan masyarakat Sragen yang menilai,” kata Sriyanto, Senin (26/08/2019).

Dijelaskannya, Yuni bergabung ke Partai Gerindra tahun 2016 lalu, sebelum pemiliahn kepala daerah (Pilkada) Sragen. Saat itu, ungkap Sriyanto, Yuni bergabung ketika membutuhkan surat rekomendasi untuk mencalonkan diri sebagai bupati Sragen.

Dengan keluarnya rekomedasi dari DPP Partai Gerindra, lanjut Sriyanto, Yuni yang diusung bersama calon wakil bupati dari PKS, akhirnya memenangkan pilkada Sragen.

“Kami tidak pernah memaksa Yuni saa bergabung dengan Partai Gerindra. Sekarang, kita dia (Yuni, red) mau keluar, silahkan saja. Dulu, kalau Gerindra tidak mengeluarkan rekomendasi, mungkin Kusdinar Untung Yuni Sukowati, tidak jadi bupati.

Kami tidak menyesalkan, menangisi atau meratapi dengan keluarnya Yuni dari Gerindra. Bagi kami, dibohongi itu sudah hal yang biasa. Kami biasa berjuang sendiri,” tegasnya.

Ditambahkannya, dalam menghadapi pilkada Sragen tahun 2020 mendatang, Partai Gerindra telah menyiapkan kader terbaik sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati. Kader ini, ujarnya, akan lebih baik dari Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

“Kita pasti menyiapkan kader terbaik dan lebih baik dari Yuni,” pungkasnya. Sebelumnya, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengajukan surat pengunduran diri sebagai kader Partai Gerindra.

Pengunduran diri tersebut, menurut Yuni, karena perbedaan pandangan saat pemilihan presiden lalu, dimana Yuni mendukung pasangan calon presiden nomor urut 01, sedangkan garis kebijakan Partai Gerindra, mendukung dan mengusung pasangan calon presiden nomor urut 02.

Pengunduran diri tersebut disampaikan pada buan April 2019, atau setelah pemilihan presiden dan wakil presiden. Namun Yuni baru menyampoakan kepada awak media, setelah pulang dari melaksanakan ibadah haji, tanggal 23 Agustus 2019 lalu.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More