Rekomendasi

Dinas Perikanan dan Peternakan, Hewan Qurban Wajib Tunjukkan SKKH

Selasa, 06 Agustus 2019 : 07.13
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Dinas Perikanan dan Peternakan Karanganyar, menjelang hari raya Idul Adha atau Idul Qurban mendatang, akan mengoptimalkan pengawasan terhadap aktifitas jual beli hewan Qurban yang dijual oleh para pedagang, baik sapi maupun kambing.

Optimalisasi pengawasan ini dilakukan untuk melindungi warga Karanganyar dari hewan bermasalah.

Pelaksana tugas (Plt) Dinas Perikanan dan Peternakan Karanganyar, Siti Maesaroh, kepada hariankota.com, Senin (05/08/2019), mengatakan, salah satu pengawasan yang didlakukan terhadap perdagangan hewan ternak, adalah dengan menunjukkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) atas hewan ternaknya.

“Bagi para peternak dan penjual, kita minta untukmelengkapi SKKH atas hewan ternak milik mereka. Terutama ternak yang berasal dari luar daerah. Jika tidak bisa menunjukkan SKKH, maka akan kita tolak masuk ke Karanganyar,” kata Siti Maesaroh, Senin (05/08/2019).

Selain dilengkapi dengan SKKH, jelasnya, hewan Qurban yang diperdagangkan harus memenuhi standar dan kriteria kesehatan dan syariah, seperti tidak berpenyakit.

“Pastikan hewan qurban sesuai kriteria, syariah maupun kesehatan. Kita akan melakukan pemeriksaan aktifitas perdagangan hewan qurban ini di Karanganyar.Jika ditemukan yang tidak sesuai, kita singkirkan,” tegasnya.

Sementara itu, Alfi salah satu penjual hewan qurban di Papahan, Kecamatan Tasikmadu, kepada hariankota.com, mengatakan, seluruh kambing yang dijualnya dibeli dari para peternak yang berada di Wonogiri, serta telah dilengkapi dengan SKKH.

“Kami tidak asal membeli, karena kambing ini akan kami jual kembali. Kita juiga memiliki standar dan kriteria, seperti syarat kesehatan dan syarat syariah. Prinsipinya, seluruh hewan qurban yang kami jual, telah menenuhi sebagaiman ketentuan tersebut,” jelasnya.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Rahayuwati

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More