Rekomendasi

Drama Kolosal Perjuangan: Wujud Penghargaan dan Penghormatan Kepada Pahlawan

Kamis, 15 Agustus 2019 : 19.42
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Pertempuran sengut terjadi di sekitar jembatan Tanjung, Desa Nguter, Sukaharjo. Pertempuran sengit antara para pejuang dengan Jepang tersebut terjadi, untuk mempertahankan wilayah Nguter dari penjajah. Tua, muda, laki-laki dan perempuan, semua ikut berjuang.

Kaum perempuan, ikut berjuang sesuai dengan kapasitasnya dan mempersiapkan logiostik berupa makanan kepada para pejuang. Meski banyak korban berjatuhan, jembatan tanjung dapat direbut dan dipertahankan dari pendudukan Jepang.

Drama kolosal yang diperankan 350 orang ini, meruapakan rangkaian kegiatan memperingati HUT RI ke 74.

Sutradara drama kolosal ini, Bimo Kokor Wijanarko, mengatakan, drama yang berjudul Perebutan Jembatan Tanjung dari tangan penjajah ini, bertujuan untuk menggelorakan nasionalisme kerpada generasi uda serta wujud penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan.

“Drama kolosal ini merupakan bukti cinta kepada tanah air dengan menghormati jasa para pahlawan.Tujuan drama ini hanya satu, terus gelorakan semangat kemerdekaan kepada pemuda, agar semakin cinta kepada tanah air,” ujarnya, Kamis (15/08/2019).

Drama kolosal ini, jelas Bimo, juga ingin mengajak warga dan seleuruh masyarakat untuk mencintai tanah air dengan tulius dan tanpa pamrih. “Harapannya, bagi yang belum cinta tanah air, kami ajak untuk cinta tanah air. Kami ajak mencintai negara ini dengan tulus tanpa pamrih,” harapnya.

Terpisah, Kepala Desa Tanjung, Edy Nuryanto, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh warganya tersebut. Kegiatan ini, ujar Edy, memeberikan dorongan semangat kepada generasi muda, khususnya warga Desa tanjung, dalam memaknai dan mensikapi kemerdekaan.

“Ini pelajaran bagi generasi muda. Perjuangan itu sangat berat. Dengan demikian, para generasi muda dapat menghargai jasa para pahlwannya,” kata dia.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Rahayuwati

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More