Rekomendasi

Dugaan Penganiayaan Oleh Anggota Dewan, Kapolres Pastikan Terus Berlanjut

Jumat, 30 Agustus 2019 : 14.07
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Kasus dugaan Penganiayaan yang dilakukan PH, anggota DPRD Karanganyar periode 2014-2019, dipastian akan terus berlanjut meskipun secara administratif, masih menunggu surat ijin dari gubernur Jawa Tengah.

Ijin gubernur tersebut diperlukan, karena saat kejadian, PH masih berstatus sebagai anggota DPRD Karanganyar.

Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, kepada hariankota.com serta awak media lain, mengatakan, dalam kasus yang melibatkan anggota DPRD, ada mekanisme dan standar operasi prosedur (SOP) yang harus dilalui.

Menurut Kapolres, pemberkasan kasus dugaan penganiayaan ini seluruhnya sudah selesai, hanya saja, jelas Kapolres, karena saat kejadian yang bersangkutan masih aktif menjadi anggota DPRD, maka diperlukan ijin dari gubernur.

“Ini persoalan administrasi saja. Kami tidak memperlambat kasus ini. Seluruhnya sudah lengkap, tinggal menunggu ijin gubernur,” kata kapolres, Jumat (30/08/2019).

Sebelumnya, tim penyidik Sat Reskrim Polres Karanganyar, telah melimpahkan dugaan kasus penganiayaan ini kepada Kejaksaan negeri (Kejari) Karanganyar.

Bedasarkan hasil penelitian oleh tim penyidik Kejari, berkas acara pemeriksaan (BAP) dinyatakan belum lengkap dan dikembalikan ke penyidik Sat Reskrim Polres Karanganyar.

Salah satu poin yang harus dilengkapi adalah surat ijin pemeriksaan dari gubernur Jawa Tengah.

Sebagaimana diberitakan hariankota.com sebelumnya, PH dilaporkan ke Sat Reskrim Polres Karanganyar, diduga karena melakukan penganiayaan terhadap GS, warga Dukuh Jloko Wetan Rt 01 Rw 15, Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih pada tanggal 10 April 2019 lalu.

Dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh PH tersebut, dilakukan berlatar belakang hutang piutang. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, akhirnya penyidik Sat Reskrim Polres Karanganyar, menetapkan PH sebagai tersangka.

Jurnalis; Iwan Iswanda

Editor; Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More