Rekomendasi

Hakteknas 2019 di Bali Bebas Styrofoam

Minggu, 04 Agustus 2019 : 19.04
Published by Hariankota
BALI - Kepala Bappedalitbang Provinsi Bali, I Wayan Wiasthana Ika Putra saat memimpin rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Hakteknas ke 24, di Ruang Cempaka belum lama ini sampaikan saat pelaksanaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Tahun 2019 yang rencananya diselenggarakan di Bali pada 25-28 Agustus nanti diharapkan untuk tidak menggunakan material styrofoam dan plastik.

"Ini merupakan tantangan bagi pelaku teknologi untuk ikut dalam pelestarian alam Bali. Harapan ini disampaikan Kepala Bappedalitbang Provinsi Bali, I Wayan Wiasthana Ika Putra," seperti dilansir hariankota.com, dari Biro Humas propinsi Bali.

Menurutnya ini juga merupakan komitmen Bali dalam rangka mendukung optimalisasi pelaksanaan Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai (PSP).

Dalam Pergub tersebut diatur bahan-bahan yang kegunaannya dapat digantikan dengan bahan lain atau dihilangkan sama sekali, yaitu: styrofoam, sedotan plastik dan kantong/tas plastik.

"Dalam Pergub tersebut juga melarang setiap Produsen memproduksi PSP, Distributor dilarang mendistribusikan PSP, Pemasok dilarang memasok PSP, dan setiap Pelaku Usaha dan Penyedia PSP dilarang menyediakan PSP," lanjutnya.

Sebelumnya, Ika Putra menjelaskan, Hakteknas 2019 akan dipusatkan di Lapangan Puputan Margarana Renon Denpasar.

Rencannya Presiden RI Joko Widodo juga akan hadir membuka sekaligus memberikan penghargaan dalam ajang Malam Anugerah Iptek dan Inovasi 2019, dimana Bali menjadi salah satu nominatornya.

Sementara itu, Kasubdit Kemitraan Strategis dan Wahana Inovasi, Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Eka Gandara menjelaskan, selain Anugerah Iptek dan Inovasi 2019, juga dilaksanakan rangkaian even lainnya yaitu Bhakti Teknologi dan Inovasi, Jalan Sehat, Ritech Expo, kegiatan seminar lokakarya ilmiah dan kegiatan lainnya.

"Hakteknas 2019 yang mengambil tema “Iptek dan Inovasi dalam Industri Kreatif 4.0” kali ini juga berbeda dari sebelumnya, yaitu diikuti oleh negara-negara di asia pasifik," pungkas Eka Gandara.

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More