Rekomendasi

HUT ke 74 RI Pencinta Soeharto Ziarahi Makam Mantan HMS di Astana Mangadeg

Sabtu, 17 Agustus 2019 : 16.20
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Para pengagum dan pecinta mantan presiden kedua Indonesia, Soeharto, yang tergabung dalam wadah Himpunan Masyarakat Soehartonesia Indonesia (HMSI), melakukan ziarah dan tabur bunga di makam mantan orang nomor satu Indonesia tersebut, yang berada di Giribangun, Kecamatan Matesih Karanganyar, Sabtu (17/08/2019).

Sebelum melakukan tabur bunga, HMSI yang berasal dari seluruh pulau Jawa yang berjumlah 350 orang tersebut, melakukan uipacara bendera dalam rangka HUT RI ke 47, di sekitar lokasi makam.

Ketua DPP HMSI, Giyanto Hadi Prayitno, kepada hariankota.com serta awak media lain, mengatakan, kegiatan ini, merupakan satu rangkaian dalam rangka HUT 74 RI tahun 2019.

Kegiatan baru pertama kali dilakukan, setelah pembentukan wadah para pengagum mantan presiden Soehartonyang tergabung dalam HMSI. Ini kita lakukan, agar seluruh anggota lebih mengetahui dan memahami perjuangan Soeharto, sebagai seorang mantan presiden.

Sebagai pengagum dan pecinta Soeharto, ujarnya, HMSI ingin mengajak seluruh masyarakat Indonesia, untuk menghargai dan menghormati apa yang selama ini telah dilakukan oleh Jendral bintang lima ini.

“Tiap masa, selalu melahirkan pemimpin dalam situasi genting atau kritis. Salah satunya adalah Soeharto, yang menyelamatkan bangsa Indonesia dari paham komunisme. Kita sebagai generasi penerus, harus bisa menghargai apa yang dilakukannya,” jelas Giyanto.

Giyanto mengakui, bahwa Soeharto bukan manusia sempurna. Soeharto pernah salah dan pernah benar. Untuki itu, dia mengajak seluruh rakyat Indonesia mengenang Soeharto sebagai salah satu putera terbaik yang pernah dimiliki oleh Inonesia.

“Pesan kami, tak ada gading yang tak retak. Pak Harto bukan manusia sempurna, pak Harto pernah salah, pak harto juga pernah baik. Mari kita kenang beliau sebagai putera terbaik dan sebagai bapak pembangunan. Beliau juga pengimplementasi Pancasila ke seluruh negeri, dan bukan hanya sebagai slogan,” tandasnya.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :