Rekomendasi

Kasus Dugaan Penganiayaan yang Dilakukan Anggota Dewan Dinyatakan Belum Lengkap

Jumat, 16 Agustus 2019 : 14.09
Published by Hariankota
Ilustrasi
KARANGANYAR - Berkas perkara kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh PH, salah satu anggota DPRD Karanganyar periode 2014-2019, terhadap salah satu tetangganya beberapa waktu lalu, dikembalikan ke penyidik Sat Reskrim Polres Karanganyar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanganyar, Suhartoyo, melalui Kasi Intel, Subagyo Gigih, kepada hariankota.com mengatakan, berkas perkara atas nama tersangka PH tersebut dikembalikan karena belum lengkap (P 19).

Ketidak lengkapan berkas perkara tersebut, jelasnya, karena belum dilengkapi dengan surat ijin pemeriksaan dari gubernur.

“Berkas kita kembalikan ke penyidik karena belum lengkap. Salah satunya mengenai ijin pemeriksaan dari gubernur. Ijin ini diperlukan karena berdasarkan UU MD 3, setiap anggota DPRD yang tersangkut masalah hukum, dalam proses pemeriksaan harus mendapat ijin dari gubernur,” kata dia, Jumat (16/08/2019).

Sementara itu, Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, melalui Kasat Reskrim, AKP Dwi Haryadi, menagatakan, telah mengajukan permintaan ijin ke gubernur untuk melakukan pemeriksaan terjadap PH.

“Kita masih menunggu ijin pemeriksaan dari gubernur, untuk melengkapi berkas sebagaimana rekomendasi dan saran dari Kejaksaan,” ujarnya, Jumat (16/08/2019).

Sebagaimana diberitakan hariankota.com sebelumnya, PH dilaporkan ke Sat Reskrim Polres Karanganyar, diduga karena melakukan penganiayaan terhadap GS, warga Dukuh Jloko Wetan Rt 01 Rw 15, Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih pada tanggal 10 April 2019 lalu.

Peneganiaay yang dilakukan oleh PH tersebut, dilakuakn berlatar belakang hutang piutang. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, akhirnya penyidik Sat Reskrim Polres Karanganyar, menetapkan PH sebagai tersangka.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More