Rekomendasi

Mbah Moen Wafat, Warga Nahdliyin Solo Gelar Shalat Ghaib

Selasa, 06 Agustus 2019 : 22.49
Published by Hariankota
SOLO - Ratusan warga nahdliyin yang dihimpun Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Solo menggelar shalat ghaib mendoakan KH Maimun Zubair atau Mbah Moen yang wafat di Tanah Suci Makkah al-Mukarramah, saat beribadah haji.

Sholat ghaib ini digelar di lantai dua Kantor PC NU Solo yang berada di jalan Honggowongso, Kelurahan Kemlayan, Kecamatan Serengan, Selasa (6/8/2019) sekira pukul 20.00 WIB.

Selain itu, informasi yang didapat hariankota.com, shalat ghaib juga dilaksanakan di Kantor MWC NU Pasar Kliwon, dan di sejumlah Pondok Pesantren yang ada di Solo.

"Tujuannya, warga Nahdliyin ini mendoakan Mbah Moen, sosok kiai besar yang kharismatik," jelas Ketua PCNU Solo, M Mashuri saat ditemui awak media.

Dimata warga nahdlyin Solo, menurut Mashuri, sosok Mbah Moen dikenal sangat dekat dan begitu familiar, karena sering berkunjung ke kota Solo. Dalam beberapa waktu terakhir ini setidaknya sudah lebih dari empat kali hadir ke Solo.

“Beliau selalu memberikan statement yang menyejukkan, bahwa NU harus selalu menjaga NKRI. Maka jika beliau dimakamkan di tanah suci kami akan merasa kehilangan. Jika dimakamkan di sini kan bisa selalu ziarah,” ucapnya.

Mbah Moen disebut Mashuri juga pernah mengisi pengajian akbar bersama Gus Muwafiq di Kantor PCNU Solo pada 13 Juli 2019 lalu.

Bahkan dalam kunjungan itu, Mbah Moen yang telah berusia lanjut ini masih gemar mengkonsumsi masakan daging kambing. "Dengan usianya yang lebih dari 90 tahun, tapi masih suka dhahar (makan-Red) (masakan) kambing.

Padahal biasanya usia 50 tahunan sudah mulai takut mengkonsumsi. Saya masih ingat, tiap kali ke Solo, beliau selalu minta dhahar kambing seperti nasi kebuli dan lainnya,” pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :