Rekomendasi

Menhan Tegaskan Tidak Ada Negara Syariah

Selasa, 13 Agustus 2019 : 15.51
Published by Hariankota
SOLO - Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Ryamizard Ryacudu, menegaskan jika ancaman radikalisme dan terorisme tidak hanya menjadi tugas dan tanggungjawab TNI dan Polri, melainkan menjadi tanggungjawab seluruh rakyat Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Menhan, saat memberikan materi kuliah umum, bagi ribuan mahasiswa baru UNS, Selasa (13/08/2019).

“Ancaman radikalisme dan terorisme ini,menjadi tanggungjawab kita semua, termasuk para generasi muda. kekuatan dari TNI dan Polri hanya satu persen saja dalam menghadapi terorisme. Untuk itu, sangat diperlukan peran dari para generasi muda dalam mencegah paham radikalisme tersebut,” ujarnya.

Menurut Menhan, saat ini, timbul kekhawatiran masuknya paham radikalisme di lingkungan perguruan tinggi. Untuk itu, diperlukan adanya peningkatan jiwa nasionalisme dan patriotisme pada setiap mahasiswa.

“Hal ini dimaksudkan agar para generasi muda tidak terpengaruh dengan paham radikalisme dan terorisme dan tidak terpengaruh dengan adanya gerakan yang ingin merubah Pancasila. Ini harus ditekankan kepada para mahasiswa dan para generasi muda kita,” tegasnya.

Dalam kuliah umum tersebut, Menhan juga menegaskan, jika tidak ada NKRI Syariah. Yang ad, tegasnya adalah NKRI haraga mati. Sedangakn syariah, lanjutnya, sudah ada di sila pertama Pancasila.

“Pancasila ini sudah menjadi rumusan para pendiri bangsa. Tidak perlu ditamabah lagi,” tegasnya.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More