Rekomendasi

Naila Pelatih Skydiving 46 Negara Didaulat Jadi Ikon Pancasila

Selasa, 20 Agustus 2019 : 13.57
Published by Hariankota
SOLO - Sosok perempuan satu ini tergolong luar biasa. Dibalik sikap lemah gemulainya siapa yang menduga bila pemilik nama lengkap Naila Novaranti ini merupakan pelatih Skydiving di 46 Negara.

Tak heran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mendaulat ibu dari tiga anak ini sebagai ikon Pancasila. Penyematan ikon Pancasila pada Naila Novaranti ini dilakukan langsung oleh Ketua Plt BPIP Hariyono bersama 74 orang lainnya.

Naila Novaranti terpilih sebagai ikon Pancasila dikarenakan sederet prestasi skydyving yang dijalaninya. Prestasi yang terakhir dimana Naila berhasil menancapkan bendera merah putih di puncak gunung tertinggi di dunia, Mount Everest.

Kala itu, Naila satu-satunya perempuan asal Indonesia yang berhasil sampai dipuncak Mount Everest bersama tiga orang lainnya dari luar negeri. Padahal, ungkap Naila, dirinya sudah diprediksi tak akan sampai ke puncak gunung.

"Waktu itu banyak sekali omongan ditujukan pada saya. Kalau saya tidak akan mungkin bisa sampai ke puncak. Banyak yang bilang, saya akan mati sebelum sampai ke puncak," papar Naila usai penyematan ikon Pancasila di bekas pabrik tebu De Tjolomadu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Namun, meski Medan yang dilalui cukup terjal dan membahayakan jiwanya, Naila akhirnya bisa sampai puncak Gunung Mount Everest. Rencannya, pada bulan Desember, Naila siap menaklukan benua ke tujuh atau benua terakhir yaitu Benua Antartika. Benua Antartika adalah benua.

Bila hal tersebut berhasil dilakukan Naila, maka ia adalah penerjun payung perempuan pertama dan orang Indonesia pertama yang bisa menaklukan 7 benua di dunia. "Minta doanya ya, tahun depan saya akan kembali melakukan skydiving ke benua Antartika," jelas Naila.

Menurut Naila, sudah 8 tahun lamanya, dirinya berselencar di udara dengan keahlian skydiving yang diperolehnya dengan menempuh pendidikan USPA (United States Parasut Association) Amerika Serikat.

"Awalnya tertarik skydining karena saya pernah bekerja di perusahaan parasut di Amerika. Dan saya pahami betul seluk-beluk masalah parasut," lanjutnya.

Saat menjalani olahraga ekstrim ini, bukan tanpa resiko. Naila mengaku mengalami luka bahkan nyaris kehilangan nyawa pernak dilakoninya. Namun hal itu tidak menyurutkan keinginannya untuk tetap menjalani profesinya sebagai atlit skydining internasional.

"Mulai dari patah tulang di bagian tangan dan kaki, bermasalah dengan tulang ekor. Bahkan pernah parasut saya tak bisa dibuka, padahal sudah dekat dengan darat," imbuh Naila.

Naila mengaku kaget saat pihak BPIP menyebut dirinya sebagai salah satu penerima ikon Pancasila. Naila mengaku ada tugas berat yang disandangnya setelah dirinya didaulatnya sebagai salah satu duta Pancasila.

"Saya akan bawa dan jaga nama Pancasila dan Indonesia di Manca Negara," ungkapnya.

Editor: Genta Wahyu

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More