Rekomendasi

Paska Merger, BKK Jawa Tengah Bidik Seni dan Industri Kreatif

Selasa, 20 Agustus 2019 : 17.32
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Paska dilakukannya penggabungan BKK menjadi sebuah Perseroan Daerah, BKK Jawa Tengah membidik sektor seni, industri kreatif dan BUMDes.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama (Dirut) BKK Jawa Tengah, Kusnanto, usai menerima penegaharan dari bupati Karanganyar, di pendopo rumah dinas bupati, Selasa (20/08/2019).

“Jika kita melihat visi dan misi bupati, maka kami dari BKK Jawa Tengah, melalui kantor cabang Karanganyar, akan masuk ke desa. Kami akan memfasilitasi BUMDes yang saat ini menjadi motor penggerak sektor riil di perdesaan, seperti industri pariwisata, seni dan industri kreatif lainnya. Kita akan fasilitasi sektor ini,” kata Kusnanto, Selasa (20/08/2019).

Sebagai salah satu Perseroan baru, ditengah persaingan yang cukup ketat, jelasnya, BKK Jawa Tengah harus merubah mindset, harus kreatif dan totalitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyatakan, Pemkab Karanganyar memiliki andil penyertaan modal di BKK Jawa Tengah ini.

Untuk itu, bupati berharap, setelah merger, BKK yang telah berubah penjadi Perseroda BKK Jawa Tengah harus lebih mengoptimalkan pelayanan sektor riil terutama di perdesaan.

“Kami mengharapkan, seteleh berubah menjadi BKK Jawa Tengah, lebih mengoptimalkan pemberian bantuan modal sejumlah usaha menengah, kecil dan BUMD yang ada disejumlah wilayah di Kabupaten Karanganyar,” ujar bupati.

Disisi lain, bupati mengungkapkan, selama masa peralihan dari BKK Karanganyar dan berubah menjadi Perseroda BKK Jawa Tengah, managemen belum menyetorkan bagi hasil kepada Pemkab Karanganyar.

Setoran ke kas daerah tersebut, jelas bupati, baru akan dilakukan pada tahun ketiga.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Rahayu

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More