Rekomendasi

Pemasangan Wesel di Jalur Kereta Api Palur Belum Terpasang, Ini Kata PT KAI

Selasa, 06 Agustus 2019 : 15.29
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Rencana PT Kereta Api yang akan memasang wesel di perlintasa kereta api yang berada di bawah Flyover Palur, hingga kini, belum terlaksana. Pemasangan wesel di perlintasan sebidang tersebut, hingga saat ini masih dalam proses pembahasan.

Manager Humas PT KAI Daop 6, Eko Budiyanto, kepada hariankota.com serta awak media lain,usai kegiatan rail Clinic, di stasiun Kemiri Kebakramat, Selasa (06/08/2019) mengatakan, pemasangan wesel tersebut, untuk kepentingan operasional kereta api, menyusulakan dioperasikannnya jalur ganda (double track) yang berada di bawah flyover tersebut.

Menurut Eko, Jika mengggangu jalan,walaupun itu aset kereta api, akan dibicarakan dengan berbagai pihak.

“Kita akan duduk satu meja dan membicarakan dengan baik,bersama masyarakat dan pemerintah setempat, agar semua bisa terakomodir. Kalau tidak ada wesel gimana, dan masalah jalan gimana, nanti kita berembug dulu,” kata Eko Budiyanto, Selasa (06/08/2019).

Secara umum, jelasnya, pemasangan wesel tersebut bukan semata-mata kepentingan PT KAI, namun kepentingan nasional.

“Itu kepentingan nasional, bukan kepentimngan PT KAI Persero. Semua penting, PT KAI penting, masyarakat juga penting. Kita akan ambil jalan terbaik,” tandasnya.

Sebagaimana diberitakan hariankota.com sebelumnya,Kementerian Perhubungan, melalui Dirjen Perkereta Apian, akan menutup jalan yang berada di bawah jembatan layang.

Penutupan ini dilakukan pemasangan wessel untuk memperlancar perjalanan kereta api. Bahkan beberapa waktu lalu, sempat terbentang spanduk penolakan dari warga atas rencana pentupan jalan di bawah jembatan laying tersebut.

Penutupan jalan ini, karena stasiun Palur ini sudah dilengkapi dengan jalur ganda, arus lalu lintas kereta api semakin padat.

Untuk memperlancar perjalanan kereta api, maka PT KAI memasang wesel atau konstruksi rel kereta api yang bercabang (bersimpangan) tempat memindahkan jurusan jalan kereta api.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More