Rekomendasi

Resmi Berdiri, FBM Prihatin Budaya Tradisi Mataram Mulai Luntur

Senin, 05 Agustus 2019 : 19.24
Published by Hariankota
SOLO - Sejumlah tokoh masyarakat pemerhati dan pelaku budaya Jawa di Kota Solo bakal mengukuhkan berdirinya Forum Budaya Mataran (FBM) untuk menggali kembali nilai - nilai luhur adat istiadat budaya Mataram yang kian hari dirasa mulai luntur seiring pengaruh global.

"Ini bermula dari diskusi dalam forum budaya, bertujuan melestarikan adat istiadat dan budaya lintas keraton di Indonesia,” kata BRMH Kusumo Putro yang ditunjuk sebagai Ketua Forum Budaya Mataram (FBM) usai pertemuan pengurus di aula senat kampus Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo,belum lama ini.

Kepada hariankota.com Kusumo mengatakan, moralitas masyarakat Indonesia saat ini telah mengalami degradasi yang makin memprihatinkan. Maraknya informasi yang mengandung unsur kebohongan dan kebencian di media sosial, telah merusak akar budaya dan sejarah Nusantara.

"Banyak budaya adiluhung mulai terkikis oleh teknologi dan peradaban, sehingga dampaknya kini mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Mereka telah bergeser ke budaya asing,” paparnya.

Oleh karenanya, agar budaya di Indonesia, seperti budaya Jawa bisa kembali menjadi identitas bangsa. Maka perlu dibangun kembali adat istiadat budaya, diantaranya melalui FBM ini dengan menggelar sarasehan dan diskusi tentang budaya jawa.

"Jadi, kami akan mengukuhkan berdirinya FBM sebagai benteng pertahanan budaya di Kota Solo. Rencana ini akan kami matangkan dengan melibatkan lebih banyak divisi - divisi yang ada. Ada divisi kepemudaan, lintas organisasi, sejarah dan mitologi, serta divisi lainnya," ucapnya.

Sesuai hasil pertemuan, acara pengukuhan menurut Kusumo akan dilaksanakan pada awal September mendatang dengan dihadiri seluruh anggota FBM yang terdiri seniman, budayawan dan tokoh masyarakat serta tamu undangan dari pejabat pemerintah se Solo Raya.

"Untuk pilihan tempat, sementara ada dua lokasi yakni, di Pendapi Gedhe Balaikota Solo atau Taman Budaya Surakarta (TBS). Namun keputusannya itu akan kami tentukan melalui pertemuan berikutnya," sebut Kusumo.

Setidaknya dalam acara pengukuhan nanti, beberapa kesenian yang berakar dari budaya keraton nusantara disebutkan akan ditampikan. Selain sebagai hiburan, sekaligus juga sebagai wujud nyata komitmen FBM dalam melestarikan budaya.

Sejauh ini, FBM sudah menjalin komunikasi dengan banyak pihak, diantaranya dengan menggandeng Wakil Rektor III Unisri Solo Sutoyo mewakili akademisi, kemudian dari kalangan keraton, ada GBPH Prabukusumo dan GBPH Yudhaningrat, dan tak ketinggalan dari Kantor Balai Cagar Budaya.

"Keraton Kasunanan dan Mangkunegaran sudah tentu kami undang. Karena FBM ini berdiri tidak lepas dari tujuannya untuk melestarikan budaya dari keraton - keraton tersebut. Termasuk didalamnya Keraton Jogya. Dan perlu kami tegaskan bahwa FBM ini tidak ada kaitannya dengan politik serta tidak berafiliasi dengan keraton manapun," tandasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Rahayuwati

Share this Article :