Rekomendasi

Sepakat Lakukan Aborsi, Sepasang Kekasih Terancam Hidup di Bui

Jumat, 23 Agustus 2019 : 20.31
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Satuan Reskrim Polres Sukoharjo menangkap sepasang kekasih yang nekat menggugurkan kandungan yang telah berumur 7 bulan dengan alasan belum siap menikah.

Saat dihadirkan dalam rilis kasus di Mapolres Sukoharjo, Jum'at (23/8/2019), tersangka pria berinisial DP (22) warga Bogangin, Lemahbang, Jumapolo, Karanganyar mengaku nekat melakukan aborsi kandungan dengan alasan belum siap menikah karena calon mertua, atau orang tua tersangka wanita berinisial SH (22), tidak menyetujui hubungan mereka.

Dengan alasan tersebut, DP dan SH sepakat untuk menggugurkan kandungan dengan menggunakan obat yang dibeli melalui online dengan total harga Rp 3 juta.

"Saya cari dengan browsing di google obat aborsi itu," jawabnya saat ditanya Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi darimana ia mendapatkan obat - obatan untuk melakukan aborsi.

Akibat penggunaan obat, SH mengalami perdarahan hebat hingga akhirnya DP yang ketakutan meminta tolong tetangga sekitar rumah kosnya di Ngemplak, Daleman, Nguter, Sukoharjo.

"Kejadiannya hari Selasa, 6 Agustus lalu, anggota Polsek Nguter mendapat laporan masyarakat bahwa di tempat tersebut ada dugaan praktek aborsi," kata Kapolres kepada hariankota.com.

Saat petugas datang ke TKP, didapati tersangka DP berada disamping jasad bayi terbungkus kain jarit warna coklat. Sedangkan SH yang mengalami perdarahan langsung dibawa ke rumah sakit oleh tetangga untuk mendapatkan pertolongan penanganan lebih lanjut.

"Dari penggledahan dikamar tersangka SH, ditemukan sejumlah barang bukti yang ada kaitannya dengan aborsi yakni, 3 keping bungkus obat, isinya sudah kosong. 14 kapsul warna coklat, 14 kapsul warna merah, 1 botol soft drink tinggal separo isinya, ada juga amplop bekas paket kiriman online, tisu basah dan 1 hape," papar Kapolres.

Berdasarkan bukti - bukti yang didapat serta dikuatkan keterangan saksi, pasangan kekasih yang bekerja sebagai buruh pabrik ini dijerat pasal tentang kesehatan dan pasal pidana KUHP dengan ancaman hukuman kurungan penjara maksimal 10 tahun lamanya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More