Rekomendasi

Soal Trail Naik Lawu, Semua Pihak Harus Menahan Diri

Sabtu, 03 Agustus 2019 : 20.41
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Setelah sempat menjadi perbincangan dan mendapat kecaman dari berbagai pihak di media sosial terkait naiknya sepeda motor trail ke Gunung Lawu, dua komunitas, yakni Anak Gunung Lawu (AGL), serta Lawu Trail Community (LTC) melakukan pertemuan di kantor kecamatan Tawangmangu, Sabtu (03/08/2019) sore.

Pertemuan tersebut digelar untuik menyikapi naikan sepeda motor ke gunung Lawu yang membuat kerpihatian sejumlah pihak. Salah satunya yang mengatasnamakan, Relawan Gunung Lawu, dan membuat petisi menolak trabas Gunung Lawu.

Sekretaris Anak Gunung Lawu (AGL) Rizky Leng, usai melakukan pertemuan, kepada hariankota.com serta awak media lain, mengatakan, pertemuan yang dilakukan tersebut, untuk membahas hal-hal yang masih belum jelas, terkait dengan aktiftas LTC yang menggunakan motor trail ke Gunung Lawu.

“Kita duduk bersama untuk membahas hal-hal yang sebelumnya masih abu-abu. Kita juga ingin mengetahui apakah ijin pembuatan jalur evakuasi dengan menggunakan sepeda motor trail, ada atau tidak. Ini yang kita diskusikan,” katanya, Sabtu (03/08/2019).

Dalam pertemuan tersebut, jelas Rizky, telah menjelaskan seluruh kegiatan, termasuk perihal ijin yang diporeleh LTC dari Perhutani untuk membuat jalur evakuasi.

“Pertemuan ini belum final. Karena kita harus duduk bersama dan beraudiensi dengan Pemkab dan Perhutani untuk aturan yang lebih jelas, termasuk menyikapi surat bahwa gunung Lawu secara geografis telah didaftarkan sebagai cagar budaya. Walaupun masih dalam tahap pengkajian, tapi perlakuannya sama dengan cagar budaya,” kata dia.

Dengan adanya pertemuan ini, apakah nantinya kegitan LTC akan dihentikan sementara, Rizky, mengaku belum ada keputusan apapun. Menurutnya, yang berhak mengeluarkan keputsan adalah Perhutani, selaku pemangku wilayah yang mengeluarkan ijin kepada LTC.

“Soal dihentikan atau tidak, itu menjadi kewenangan Perhutani yang mengeluarkan ijin. Kami dari AGL tidak berhak untuk menghentikan. Yang jelas, setelah ini, masih akan dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua LTC Tawangmangu, Parjo, kepada hariankota.com serta awak media lain, usai melakukan pertemuan, mengatakan, kegiatan yang dilakukan TLC, untuk merupakan kegiatan sosial untuk membantu para relawan.

Karena, menurutnya, tugas para relawan sangat berat. Untuk itu, jelas Parjo, TLC membuat jalur trail dari pendakian Tambak. Pembuatan jalur evakuasi tersebut, telah mendapat ijin dari Perhutani.

Dijelaskannya, jalur evakuasi ini, dimulai dari Tambak hingga menuju ke jalur pendakian Selo Penangkep yang berada disebelah pos 4.

“Dengan dibangunnya jalur evakuasi pakai motor trail, saya pikir dapat membantu relawan dalam menyelesaikan persoalan di Gunung Lawu itu sendiri. Kegiatan kami, seluruhnya, juga berdasarkan aturan hukum. Kami mendapat ijin dari Perhutani tahun 2014 lalu. Kegiatan kami adalah legal,” jelasnya.

Terpisah, bupati Karanganyar, ketika dikonfirmasi, menegaskan, untuk menjaga kenyamanan seluruhnya, sebaiknya menghindari trail naik ke puncak Lawu, kecuali untuk melakukan evakuasi dalam kondisi tertentu.

Tetapi, lanjut bupati, harus ada ijin, apakah ijin tersebut dikeluarkan Perhutani atau Pemkab Karanganyar. “Sebaiknya menahan diri dan jangan naik trail trail ke gunung Lawu, kecuali jika melakukan evakuasi dalam kondisi tertentu,” jelas bupati.


Jurnalis : Iwan Iswanda
Editor : Mahardika

Share this Article :