Rekomendasi

Usai Disholatkan, Jenazah Ustad Wahyuddin Dibawa ke Ciamis

Minggu, 04 Agustus 2019 : 23.18
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Ribuan pelayat secara bergelombang berdatangan ke Ponpes Islam Al Mukmin Ngruki, Cemani, Grogol, Sukoharjo untuk mensholatkan jenazah Ustad Wahyuddin sebelum diberangkatkan menuju kampung halamannya di Ciamis, Jawa Barat untuk dimakamkan.

Pantauan hariankota.com, Minggu (4/8/2019) malam sekira pukul 21.00 WIB, jenazah Ustad Wahyuddin dengan menggunakan ambulance ponpes dan dikawal anggota polisi dari Satlantas Polres Sukoharjo, dilepas oleh para santri dan masyarakat sekitar meninggalkan ponpes.

Humas Ponpes Islam Al Mukmin Ngruki, Muchson menyampaikan, sesuai wasiat yang disampaikan tiap kali sakit, Ustad Wahyuddin selalu berpesan agar jika meninggal dunia dimakamkan di tanah kelahirannya di Ciamis.

"Nanti sesampai di Ciamis akan disemayamkan terlebih dulu di masjid Ponpes Nurussalam untuk disholatkan. Kebetulan beliau ini juga punya ponpes disana," terang Muchson.

Ustad Wahyuddin meninggal dunia di usia 67 tahun saat tengah dirawat di rumah sakit akibat penyakit komplikasi paru – paru, diabetes dan vertigo. Ia meninggalkan 7 anak dan 6 cucu dari perkawinannya dengan satu istri.

"Ustad Wahyuddin bergabung di Ponpes Islam Al Mukmin Ngruki dari tahun 1973 setelah lulus dari Ponpes Gontor. Menjabat sebagai ketua yayasan di ponpes Al Mukmin sudah sejak dua tahun ini. Beliau merupakan sosok yang tegas dan terampil. Kepada para santri selalu menanamkan untuk bisa mandiri," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :