Rekomendasi

Wagub Bali Minta Generasi Milenial Utamakan 3 Kapasitas Hidup untuk Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

Senin, 12 Agustus 2019 : 08.28
Published by Hariankota
DENPASAR - Sedari dulu masyarakat Bali memiliki keyakinan dan pengabdian yang kuat terhadap Hyang pencipta. Hal ini diperlihatkan dari budaya dan ritual Hindu Bali yang sarat akan nilai-nilai luhur.

"Namun seiring berjalannya waktu, masuknya pariwisata sejak tahun 1970-an, Bali mulai mengalami akulturasi dan modifikasi seni dan budaya Bali," papar Wagub Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, belum lama ini seperti dilansir hariankota.com dari birohumas.baliprov.go.id.

Menurut Cok Ace begitu Wagub Bali biasa disapa, pada era disrupsi, seluruh kegiatan ekonomi akan bergerak menuju digitalisasi. Dimana arah perkembangan ekonomi masa depan akan bertumpu pada ekonomi digital yang mengedepankan dua (2) elemen utama, yaitu pasar dan bakat.

Era disrupsi 4.0 adalah masa dimana informasi dan teknologi berkembang pesat dan digunakan sebagai bagian kehidupan sehari-hari.

Sehingga diperlukan pengembangan dan penguatan tiga (3) kapasitas hidup masyarakat khususnya generasi milenial yang bertumpu pada rasa keingintahuan mengenai perkembangan teknologi informasi.

"Setelah itu kita harus bisa mengakses teknologi informasi dengan ketersediaan fasilitas dan infrastruktur yang mumpuni, sehingga kedepannya kita semua mampu menggunakan teknologi informasi untuk kehidupan sehari-hari," papar Cok Ace saat menjadi pembicara dalam seminar nasional arsitektur, budaya dan lingkungan binaan di Fakultas Teknik, Universitas Dwijendra, Denpasar.

Pengembangan dan penguatan ekonomi, sosial, budaya dan spiritualitas diterjemahkan melalui visi pembangunan Bali "Nangun Sat Kerthi Loka Bali" yakni Atma Kertih, Jana Kertih, Wana Kertih, Segara Kertih, Danu Kertih dan Jagat Kertih, sehingga sistem kerja yang berlaku akan terintegrasi sekaligus interaksi antara masyarakat, pemerintah dan pebisnis akan terkorelasi dengan baik pula.

Hadir pula sebagai narasumber dalam seminar, Titien Saraswati dosen dari Universitas Kristen Duta Wacana dan I Ketut Siandana dari Sian D'sain, serta peserta seminar lainnya.

Editor: Gunadi

Share this Article :