Rekomendasi

Bermodal Kenalan Via Medsos, Pria Tamatan SMP Ini Sukses Perdayai 18 Wanita

Kamis, 12 September 2019 : 17.40
Published by Hariankota
BOYOLALI - Tampangnya biasa saja, namun siapa nyana, pria hanya tamat SMP bernama Sudiyar (32) warga Ngadirgo, Mijen, Semarang ini, telah membuat sedikitnya 18 wanita tak berdaya menjadi korbannya.

Mereka terbuai janji hingga ujungnya merugi kehilangan harta benda.

Sebelum petualangannya dihentikan oleh Satreskrim Polres Boyolali, Sudiyar yang kini telah menjadi pesakitan, setiap menjalankan aksinya selalu mengaku sebagai anggota TNI kepada para korbannya.

Rata - rata perkenalan dengan korban diawali melalui media sosial (medsos).

Modusnya, seperti diungkap Kapolres Boyolali, AKBP Kusumo Wahyu Bintoro saat pers rilis, Kamis (12/9/2019), tersangka (Sudiyar) selalu mengajak korban bertemu disebuah tempat.

Dari pertemuan itu, korban yang membawa sepeda motor, kemudian diajak pergi seolah - olah akan dikenalkan orang tua tersangka.

Namun saat tiba disebuah tempat. Dengan beragam alasan, korban diminta turun dari sepeda motor, ada yang diminta untuk membelikan sesuatu didepan sebuah toko, atau sebaliknya, tersangka meminta korban menunggu disebuah rumah dengan alasan akan membeli sesuatu, dengan meminjam sepeda motor korban.

Kepada hariankota.com dan awak media lain, Kapolres mengungkap, dari bermacam alasan tersebut, pada ujungnya, tersangka kemudian membawa kabur sepeda motor korban.

Sementara korban yang ditinggal, baru sadar telah tertipu setelah menunggu lama, namun tersangka tak juga kembali.

"Tersangka dapat kami tangkap di daerah Kartasura pada pertengahan Agustus lalu berdasarkan laporan korban, seorang wanita asal Wonogiri dengan modus mengaku sebagai anggota TNI," papar Kapolres

Tersangka telah membawa kabur sepeda motor korban berinisial WM (27), yang dikenal melalui medsos. Dari perkenalan ini kemudian berlanjut dengan pertemuan di sebuah Mall yang ada di Solo Baru, Grogol, Sukoharjo

"Kepada korban, tersangka mengaku sebagai anggota TNI. Untuk meyakinkan, korban diajak bertemu orang tua tersangka di Semarang, berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Vario AD 2375 AYG milik korban. Ajakan ini sebenarnya hanya sebuah tipu muslihat," kata Kusumo.

Ditengah perjalanan, sesampai di jalan Solo-Semarang, tepatnya di toko Alfamart Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Boyolali, tersangka berpura-pura akan membeli sesuatu.

Kepada korban, lantas diberi uang Rp 100 ribu, dan dimintai tolong membelikan pembalut wanita untuk ibunya.

“Korban lalu masuk toko untuk berbelanja. Namun setelah keluar dari toko, ternyata tersangka sudah kabur dengan sepeda motor milik korban. Selain itu, tas korban yang berisi dompet, uang tunai Rp100.000, surat-surat kendaraan dan kartu identitas, kartu ATM, dan lainnya juga ikut dibawa,” ujar Kapolres.

Dari penangkapan tersangka inilah kemudian didapat keterangan, ada 18 wanita telah menjadi korban tipu dayanya.

Tersangka rupanya sudah melakukan tindak pidana serupa dengan sasaran berbeda. 6 kasus di wilayah Polres Boyolali, 2 kasus di Polres Semarang dan 10 kasus di wilayah Polrestabes Semarang.

“Barang bukti yang diamankan, 1 unit sepeda motor, 1 helm warna hijau dengan stiker logo kesatuan TNI, tas ransel warna hijau, 1 hape, kartu ATM, dan ada juga 2 pak pembalut wanita. Kami jerat dengan Pasal 378 Junto 372 KUHP, tentang penipuan dan penggelapan,” pungkas Kapolres.

Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :