Rekomendasi

Dapat Bantuan Pemerintah Indonesia, Pemuda Palestina Ini Lulus Menjadi Sarjana

Sabtu, 28 September 2019 : 23.10
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Wisuda menjadi hal yang tidak terlupakan bagi mahasiswa setelah berjuang, dan berhasil menamatkan studinya. Begitu pula dengan Ahmed Hazem Hasan Imam, pemuda asal Hebron, Palestina.

Ditengah konflik berkepanjangan, dengan berbagai ragam kesulitan hidup yang masih melanda negaranya, ia diwisuda bersama total 2.411 lulusan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) lainnya.

Ahmed, sapaan akrabnya, tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Tehnik jurusan tehnik elektro. Setelah empat tahun menempuh studi, akhirnya, oleh rektor UMS Sofyan Anif, ia diwisuda di GOR kampus setempat, Sabtu (28/9/2019).

Perjalanan panjang mesti ditempuh Ahmed untuk dapat masuk dan tergabung menjadi mahasiswa UMS secara resmi, terhitung sejak 2016 lalu.

Mengenang kisahnya hingga sampai di Indonesia. Kepada hariankota.com, Ahmed menuturkan, mesti mengikuti seleksi ketat terlebih dulu. Syaratnya harus menguasai bahasa Inggris, dan berikutnya setelah lolos, wajib menguasai bahasa Indonesia.

”Setelah lulus dari High School (setingkat SMA-Red), saya mendaftar melalui program Scholarships di UMS. Setiap tahun ada 15 warga Palestina yang diseleksi untuk mendapat bantuan ini," terangnya.

Dibantu oleh pemerintah Indonesia, Ahmed akhirnya dapat menempuh studi diluar negaranya tanpa kesulitan yang berarti. Termasuk tidak memerlukan VISA. “Kalau dari Palestina ke Indonesia nggak harus pakai VISA. Saya terbang ke Indonesia lewat Yordania menuju Jakarta," ujarnya.

Kondisi Palestina saat ini, menurut Ahmed sudah sedikit kondusif, tidak seperti dulu. Namun diakui, masih ada daerah - daerah yang memang tidak aman.

"Alhamdulillah, sekarang sudah tidak lagi seperti kemarin - kemarin yang penuh dengan aksi tembak - tembakan. Saya kebetulan tinggal di Hebron. Yang daerah konflik itu di Gaza, daerah perbatasan," ungkapnya.

Sementara, Ketua Panitia Wisuda UMS Periode I TA 2019/2020, Triyono menambahkan, selain Ahmed, pada wisuda kali ini, ada 3 mahasiswa luar negeri lainnya yang ikut di wisuda yakni, 1 mahasiswa dari Baucau Timor Leste, dan 2 mahasiswa dari Thailand.

"Pelaksanaan wisuda akan dilakukan dua hari. Hari ini ada 1.202, dan untuk besuk hari Ahad (Minggu-Red) ada 1.209. Dari jumlah itu, yang berhasil lulus cumlaude ada 706 mahasiswa, baik tingkat diploma, sarjana, maupun pasca sarjana," jelasnya.

Menyinggung tentang pelaksanaan wisuda selama dua hari, Triyono menyampaikan, pertimbangannya karena kapasitas gedung yang tidak muat untuk menampung jumlah mahasiswa yang diwisuda beserta keluarganya.

"Pada wisuda - wisuda sebelumnya, sebenarnya juga sudah pernah dilakukan dua hari. Insya Allah, nanti kalau pembangunan Edutorium sudah jadi, kami bisa sekali menggelar pelaksanaan wisuda," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Rahayuwati

Share this Article :