Rekomendasi

Delegasi FIFA Inspeksi Stadion Manahan Solo, Ini yang Mereka Lihat

Selasa, 17 September 2019 : 19.28
Published by Hariankota
SOLO - Stadion Manahan menjadi salah satu kandidat tempat perhelatan akbar sepak bola piala dunia U-20 Tahun 2021 mendatang. Sebagai syarat untuk lolos, serangkaian proses mesti dijalani, diantaranya peninjauan langsung oleh FIFA.

Sekretaris Umum Asprov PSSI Jateng, Purwidyastanto, usai mendampingi delegasi FIFA melihat sarana dan prasarana Stadion Manahan, Solo, Selasa (17/9/2019) mengatakan, jumlah delegasi FIFA yang datang 5 personil, 2 diantaranya bidang tehnik inspeksi.

"Inspeksi dilakukan, karena ini sudah berjalan sejak Indonesia proses menuju bidding untuk keperluan World Cup U-20," terangnya kepada hariankota.com dan awak media lain.

Dituturkan, setelah Indonesia di submit dan diputuskan menjadi salah satu kandidat tuan rumah, maka FIFA tertarik untuk datang melakukan inspeksi secara teknis di lapangan.

"Karena kedatangan mereka itu untuk keperluan teknis, maka beliau - beliau itu langsung fokus melakukan pekerjaannya. Ini bukan soal tertutup atau nggak," kata Purwidyastanto.

Hal ini disampaikan, mengingat sebelumnya terjadi keributan lantaran puluhan awak media dilarang oleh Satpam untuk meliput selama peninjauan delegasi FIFA di dalam Stadion Manahan.

"Yang dilihat, tentu segala fasilitas yang ada di stadion, seperti ruangan apakah sesuai dengan yang mereka tetapkan. Kondisi permukaan lapangan. Terus fasilitas - fasiltas pendukung diantaranya, jalur akses untuk media, dan konektivitas antar ruangan," ungkapnya.

Selain meninjau Stadion Manahan, delegasi FIFA juga melakukan peninjauan beberapa sarana penunjang lainnya yakni, lapangan untuk latian di sejumlah tempat yang ada di Kota Solo.

"Tim - tim peserta, itu sebenarnya akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk latian. Mereka bisa berlatih minimal sehari sekali. Tetapi ketika bertanding hanya beberapa kali. Misalnya di babak penyisihan atau pertandingan lain yang hanya sekali," ujarnya.

Setidaknya, kepada FIFA, PSSI harus bisa menunjukkan keseriusannya untuk menjadi tuan rumah dengan menyiapkan fasilitas pendukung berupa lapangan tempat latian tim - tim peserta.

"Tadi kami sudah datang ke lapangan Stadion Sriwedari, lapangan Kotta Barat, dan lapangan Banyuanyar. Jadi tidak hanya satu dua lapangan, tapi mereka tertarik ingin tahu, seperti apa yang telah dipersiapkan," imbuhnya.

Berdasarkan penilaian Purwidyastanto, dari begitu mendetailnya inspeksi yang dilakukan oleh utusan FIFA tersebut, sepertinya Indonesia khususnya Kota Solo dengan Stadion Manahan memiliki peluang besar menjadi tuan rumah.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Irawan

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More