Rekomendasi

Dituding Eskploitasi Anak, Ini Kata Bupati

Senin, 09 September 2019 : 16.06
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Tudingan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang mneyatakan bahwa audisi atlit bulu tangkis merupakan salah satu eksploitasui terhadap anak, mendapat tanggapan dari bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Kepada hariankota.com serta awak media lain, usai upacara hari olah raga nasional (Haornas) di halaman Setda, Senin (09/09/2019), membantah anggapan eksploitasi anak yang dituduhkan KPAI.

Juliyatmono yang juga ketua PBSI Karanganyar tersebut, menyarankan, atribut yang dipakai atau digunakan atlit saat audisi, bisa diganti dengan atribut lain.

“Menurut saya, kurang tepat kalau dikatakan eksploitasi terhadap anak. Saya menyarankan, atribut yang dipakai saat audisi, diganti dengan yang lain,” kata Juliyatmono, Senin (09/09/2019).

Selama ini, jelas bupati, tidak banyak yang dilakaukan oleh pihak lain dalam melakukan pembinaan terhadap atlit bulutangkis.

“Djarum itu kan hanya mewadahi. Bukan berarti eksploitasi. Jika permasalahannya berkaitan dengan atribut yang berada di kaos dan wadah berkaitan dengan merk rokok Djarum dapat diganti. Atribut nama yang ada di kaos bisa diganti. Bukan berarti kegiatan tersebut harus diberhentikan,” tegasnya.

Ditambahkannya, meski KPAI menuding audisi bulu tangkis merupakan eksploitasi anak, Juliyatmono memastikan Karanganyar tetap akan melangsungkan kegitan audisi bulu tangkis yang akan berlangsung pada bulan Oktober 2019 mendatang.

"Perwakilan Djarum sudah bertemu dengan saya. Di Karanganyar tetap akan berlangsung audisi,” pungksanya.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Irawan

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More